Lima Desa Sekitar BIL Jadi Kawasan Cepat Pembangunan
Praya (Global FM Lombok) –
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM, mengungkapkan, pemerintah provinsi (Pemprov) NTB menetapkan 5 desa di sekitar Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi kawasan cepat pembangunan. Kelima desa tersebut, yakni Ketare, Penujak, Kawo, Batu Jai dan Tanak Awu. Dimana, berbagai program pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten Lombok Tengah (Loteng) di berbagai bidang akan diarahkan untuk pembangunan 5 kawasan tersebut.
” Program itu akan berbasis kemasyarakatan, sehingga masyarakat sekitar BIL dapat diberdayakan dan menjadi pelaku bukan penonton. ” ungkap Ir. H. Badrul Munir, MM, saat bersilaturrahmi dengan masyarakat di Masjid Ahli Sunah Wal Jamaah Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Loteng, Jum’at (6/8).
Badrul mengutarakan, kawasan cepat pembangunan itu dalam upaya menyeimbangi kehadiran BIL yang dipastikan terjadi perkembangan bisnis dan ekonomi secara luas. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat yang diberdayakan dapat diwujudkan. BIL bukan saja milik pemerintah, tetapi menjadi milik seluruh masyarakat, sehingga BIL harus dijaga, dirawat dan dimanfaatkan semua pihak.
Selain itu lanjut Badrul, masyarakat sekitar BIL juga harus mau diberdayakan agar semua program dapat berjalan dengan baik. Masyarakat Loteng diminta dapat bersyukur dengan kehadiran BIL. Sebab, semua kabupaten/kota di NTB juga menginginkan agar BIL dapat dibangun di daerahnya, tapi tidak ada yang sesuai. Selain syukur, masyarakat Loteng juga hendaknya memiliki keihklasan dan sabar, karena pembangunan BIL membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan dilakukan secara bertahap.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, Ridwan Syah, menambahkan, pihaknya akan melatih masyarakat sekitar lingkar BIL untuk menjadi tenaga ticketing dan cleaning service. Hadir juga dalam acara itu, Asisten II Setda NTB, H. M. Nur, Asisten III Setda Loteng, H. Nursiah, Kepala Dinas PU NTB, Dwi Sugianto, Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB, L. M. Faozal, dan beberapa pejabat lainnya. (ozi)

Comments
Post new comment