Skip to Content

Lobar Masuk 100 Daerah Rawan Pangan Nasional

Giri Menang (Global FM Lombok) –
 
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Ir. H. Suswono, MMA, mengaku, dipilihnya Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sebagai tempat pencanangan Gerakan Kemandirian (Gema) Pangan dan Percepatan Diversifikasi Pangan, karena Lobar masuk sebagai salah satu dari 100 daerah rawan pangan. Pada acara ini diundang 30 Bupati dari 100 Bupati se Indonesia yang rawan pangan untuk merumuskan langkah operational penurunan kerawanan pangan di daerahnya masing – masing. Hal itu sesuai dengan amanah UU No. 7 tahun 1996 tentang pangan.
 
“ Mengetahui daerah rawan pangan di Indonesia, dibuat peta kerawanan pangan nasional tahun 2009 yang dijadikan basis penyusunan peta kerawanan pangan tingkat provinsi hingga desa. “ ungkap Ir. H. Suswono, MMA, saat memberikan arahan pada acara pencanangan Gema Pangan dan Percepatan Diversifikasi Pangan di Desa Kuripan Kecamatan Gerung Lobar, Sabtu (30/1).
 
Suswono menjelaskan, Gema pangan merupakan kelanjutan pelaksanaan program aksi desa mandiri pangan yang dimulai tahun 2006. Tahun 2009 lalu desa mandiri pangan sudah mencapai 1.174 desa di 275 kabupaten di 33 provinsi se – Indonesia. Pada tahun 2010 ini ditargetkan sebanyak 250 desaa di 122 kabupaten dijadikan desa mandiri. Selanjutnya pada tahun 2025 ditargetkan 80 persen desa di Indonesia akan menjadi desa mandiri, sehingga kreatifitas local dapat dikembangkan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan menurunkan kerawanan pangan.
 
Gema pangan dan percepatan diversifikasi pangan ini sebut Suswono, Badan Ketahanan Pangan (BKP) mengelola dana sebesar Rp 149,9 miliar. Dimana, sebesar Rp 52,7 miliar digunakan untuk pengembangan desa mandiri dan Rp 71,6 miliar untuk penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM). Selanjutnya, Rp 4 miliar untuk percepatan diversifikasi pangan dan pengembangan lumbung pangan Rp 5,8 miliar.
 
Diberikan juga bantuan social bagi provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Rp 8,5 miliar dan NTB Rp 3,7 miliar. Kemandirian pangan dapat dilihat dari tersedianya kebutuhan pangan di tingkat rumah tangga (RT), baik jumlah, mutu, keamanan dan harga yang terjangkau. Selain itu, tersedianya sumber pangan yang beragam, khususnya pakan local. (ozi)   

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Aliansi Hijau PBB-PKNU, Upaya Perkuat Politik Jelang Pemilu

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Bulan Bintang (PBB) mendeklarasikan Aliansi Hijau di Jakarta, tanggal 20 Desember lalu. Aliansi Hijau merupakan kesepakatan PKNU dan PBB untuk bergabung dalam format konfederasi secara permanen, dan akan berjuang bersama-sama agar dapat menjadi peserta Pemilihan Umum 2014. Didaerah, Aliansi Hijau ini diupayakan untuk memperkuat posisi tawar politik baik di Pilkada muapun di Pemilu mendatang.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.