Skip to Content

M Hatta Taliwang, Moratorium Berpartai, Fokus Di Politik Kebangsaan

Mataram (Global FM Lombok)-
 
Mantan anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) memilih fokus di gelanggang politik kebangsaan setelah Kongres PAN di Batam tahun 2010 lalu dinilainya telah melanggar AD/ART. Pilihan tidak berpartai saat ini telah membuat dirinya bebas mengkritisi pemerintah lewat beberapa jalur yang ampuh seperti media dan buku-buku bahkan lewat SMS secara rutin ke sejumlah tokoh di Tanah Air. Terahir, Hatta Taliwang meluncurkan sebuah buku yang berjudul “ Indonesiaku Tergadai” yang berusaha membongkar beberapa fakta menarik tentang kekinian Indonesia.

M Hatta Taliwang kepada Global FM Lombok disela kegiatan Musornas ke XI di Mataram Jumat (02/12) siang mengatakan, status dirinya dikepengurusan DPP PAN masih ngambang, sehingga aktifitas politik lebih banyak berada di Gerakan Diskusi Angkatan 77/78, dimana dia menjadi Koordinatornya. Hatta juga tidak memilih menjadi kutu loncat karena banyaknya tawaran dari parpol lain untuk bergabung. Pilihan untuk “moratorium” berpartai dirasa cukup tepat karena dengan cara itu deklarator Dewan Penyelamat Negara ini lebih leluasa melontarkan pernyataan pedas kepada pemerintah.
 
Buku “Indonesiaku Tergadai” lebih focus mengkritisi masalah kapitalisme yang sudah menggurita dihampir semua sisi kehidupan. Susbtansi dari buku itu pada dasarnya berasal dari sederetan SMS Hatta Taliwang ke ratusan tokoh nasional yang kemudian dijabarkan secara detail dengan dibantu oleh aktifis Institut Ekonomi Politik Soekarno – Hatta, Salamudin Daeng. Buku itu antara lain berisi kebijakan investasi yang salah arah, kemiskinan, APBN dan sector keuangan, manipulasi dan korupsi hingga jeratan hutang luar negeri.
 
Dalam hal pemerintahan, putra kelahiran Sumbawa Barat tahun 1954 silam ini menilai, pemerintah dilevel manapun harus mampu menciptakan pemerintahan yang bersih (clean government) dan bebas dari korupsi. Isu korupsi telah menjadi sorotan nasional dan dunia sehingga pemerintah provinsi NTB harus mampu ikut andil dalam memberantas kejahatan korupsi didalam daerah.
 
Masih tertinggalnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB yang terpaut diurutan ke 32 dari 33 provinsi di Indonesia mengharuskan pemerintah provinsi NTB untuk terus berbenah dan melaksanakan program kerjanya dengan maksimal dan terarah. Ia menekankan agar pemerintah daerah memiliki keinginan politik (political will) yang tinggi untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakatnya.(ris) -

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.