Skip to Content

Mahasiswa Tolak Kenaikan TDL

Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi penolakan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) cabang Mataram, selasa (23/3) pagi. Dalam aksi unjukrasa dengan menggelar mimbar bebas diperempatan BI Mataram ini, Mahasiswa juga menilai rezim Susilo Bamban Yudoyono (SBY)-Budiono telah gagal mensejahterakan rakyat Indonesia.

 
Puluhan mahasiswa SMI mulai menggelar mimbar bebas diperempatan lampu merah BI Mataram sekitar pukul 10.30 wita. Sebelumnya mereka melakukan konsolidasi didepan Arena Budaya Unram. Selanjutnya dengan berjalan kaki para mahasiswa gabungan dari sejumlah Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dikota Mataram ini menuju perempatan lampu merah BI Mataram. Dengan membawa bendera serta spanduk penolakan terhaap kenaikan TDL, Mahasiswa juga membentuk lingkaran persis ditengah-tengah perempatan lampu merah BI Mataram.
 
Mimbar bebas mahasiswa SMI ini berjalan dengan tertib dan lancar. Kendati mengambil tempat tepat ditengah jalan, namun aksi mahasiswa tidak sempat membuat macet arus lalulintas pengguna jalan raya. Nampak juga puluhan aparat kepolisian berjaga-jaga disekitar lokasi aksi. Polisi lalulintas juga terlihat sibuk mengatur kelancaran arus lalulintas pengguna jalan raya. Mahasiswa berorasi secara bergiliran dan dikoordinir oleh Korlap aksi Arin, mahasiswa jurusan Bahasa Inggris yang baru duduk disemester VI IKIP Mataram.
 
Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan, rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik sebesar 15 persen pada Juli 2010 mendatang dinilai semakin meresahkan masyarakat. Ditengah kualitas listrik yang tidak baik serta perekonomian yang pro rakyat, kenaikan tarif listrik bisa dipastikan kebutuhan pribadi serta usaha rakyat semakin berat. Di NTB sendiri menurut mahasiswa SMI ini, ketersediaan akan listrik menjadi barang mahal. Pemadaman bergilir yang sering terjadi membuat macetnya beberapa usaha yang mengandalkan energi listrik.
 
Mahasiswa juga mengungkapkan, dengan kenaikan TDL sebesar 15 persen, pemerintah harus menambahkan anggaran subsidi listrik dari Rp 37,8 triliun di APBN 2010 menjadi Rp 54,5 triliun di RAPBN-P 2010. Artinya, pemerintah harus mengeluarkan tambahan subsidi listrik sebesar Rp 6,8 triliun.
 
Menurut alibi pemerintah dikatakan Mahasiswa, TDL dinaikkan karena biaya produksi PLN yang membengkak dan juga proses pelepasan tanggung jawab Negara terhadap sector publik. Hal ini dinilai mahasiswa sangat lucu. Dinegeri yang sumber daya alamnya melimpah ruah justru ketersediaan pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik tidak bisa dikontrol. Menurut Mahasiswa, itu adalah ciri-ciri negara jajahan imperialisme. (Lan)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.