Skip to Content

Mahsun : Pembelian Mitan Non Subsidi tak Dibatasi

Mataram (Global FM Lombok) –
 
Ketua Hiswana Migas NTB, H. Mahsun Ridwainy meminta petani omprongan tembakau, untuk tidak khawatir dalam menghadapi musim omprongan tahun ini. Dalam waktu dekat ini, pemerintah pusat mulai menyalurkan minyak tanah atau Mitan non subsidi. Sehingga, bagi petani omprongan tembakau yang belum mengkonversikan oven tembakau ke energi lain seperti batu bara dan elpiji, bisa membeli dan menggunakan mitan non subsidi.

 
 
” Akan tetapi, harga mitan non subsidi ini tidak sama dengan mitan subsidi, yakni berkisar angka Rp 7000 per liter. Pembelian mitan non subsidi ini tidak dibatasi. Berapa pun yang diminta petani atau masyarakat, akan disalurkan. ” kata H. Mahsun Ridwainy, saat dikonfirmasi Global FM Lombok via ponselnya Jumat (11/6).
 
Mahsun menegaskan, Saat ini, sudah ada lima orang atau perusahaan yang mengajukan permohonan sebagai agen mitan non subsidi. Khusus untuk penyaluran mitan non subsidi ini, akan menggunakan kendaraan tangki yang dicat berwarna hijau. Termasuk, warna mitan non subsidi yang tidak seperti mitan bersubsidi atau rumah tangga, yakni berwarna biru. Ini dilakukan, ungkapnya, untuk membedakan antara agen penyaluran mitan subsidi dan non subsidi. Selain itu, menghindari terjadinya kerancuan dalam penyaluran mitan ditingkat pangkalan. Bagi pangkalan mitan yang telah menyalurkan mitan bersubsidi, maka tidak akan diberikan kuota untuk menyalurkan yang non subsidi.
 
Nantinya, kata Anggota DPRD NTB ini, pangkalan yang menyalurkan mitan non subsidi akan dipasangi papan nama khusus. Mahsun menjelaskan, untuk agen penyaluran mitan non subsidi ini akan diatur berdasarkan sistem rayon. Sehingga, agen mitan non subsidi tidak hanya berada di satu daerah saja. Pengusaha minyak yang terjun dalam dunia politik ini tidak menampik, kalau melambungnya harga mitan bersubsidi di pulau Lombok atau khususnya Kota Mataram, dikarenakan adanya upaya petani omprongan tembakau yang menyerap atau membeli mitan tersebut.
 
Baik pada tingkat pangkalan ataupun pengecer. Untuk itu, tugas dari aparat keamanan dalam hal ini Polisi yang harus mengantisipasi dan mencegah terjadinya pembelian mitan untuk rumah tangga oleh petani. Karena, agen pun tidak bisa mengawasi sepenuhnya pembelian mitan. (ady)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.