Majdi : Raskin Harus Beras Standar
Mataram (Global FM Lombok)-
Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA, menegaskan, beras miskin (Raskin) harus beras berkualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Raskin yang dikeluhkan warga, karena kualitasnya yang rusak dan berbau, seharusnya tidak boleh terjadi. Masyarakat tidak boleh lagi mendapatkan Raskin dengan kualitas tidak standar lagi.
“ Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan segera berkoordinasi dan bila perlu mendatangi langsung Divre Bulog NTB,” tegas Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA, menanggapi beredarnya Raskin berkualitas buruk di tengah masyarakat, kepada wartawan, di Mataram, Selasa (22/11).
Majdi menuturkan, Raskin yang dibagikan kepada masyarakat kurang mampu merupakan beras yang diserap langsung dari masyarakat. Jadi kualitas Raskin juga harus baik, sehingga masyarakat tidak perlu mengeluh. Divre Bulog NTB diminta untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
Seperti diketahui, keluhan jatah beras untuk warga miskin (raskin) meluas ke desa dan lingkungan lain. Warga mengaku mendapat jatah raskin kotor, bau, bahkan berwarna merah dan kehitam–hitaman. Warga protes dan meminta Bulog NTB mengganti jatah raskin untuk bulan depan dengan kualitas lebih baik. Kondisi raskin dengan kualitas buruk itu diterima sejak bulan September lalu. Kondisinya sama tiap bulan, kemerahan dan berbubuk. Hanya saja mereka mengaku tidak bisa melayangkan protes langsung ke Bulog.
Kepala Lingkungan Dasan Cermen Utara, Rusni, mengatakan, raskin yang di distribusikan ke lingkungannya saat itu sebanyak 29 sak. Satu sak berisi 15 kilogram. Beras itu kemudian dibagikan ke warga–warga yang membutuhkan dan membayar dengan harga subsidi Rp 1.500 per kilogram.
Sementara Kepala Divre (Perum) Bulog NTB, Rusdianto, tidak membantah kemungkinan terselipnya satu, dua karung beras raskin dengan kualitas kurang baik. Jika kondisi demikian ditemukan di masyarakat, Bulog meminta masyarakat penerima untuk menukarkan beras raskin tersebut ke Bulog melalui petugas Satker yang ada di Desa dan Kecamatan setempat. (ozi)

Comments
Post new comment