Masalah Anjal dan Pengemis Jadi PR
Mataram (Global FM Lombok) -
Masalah anak jalanan (Anjal) dan pengemis di jalanan Kota Mataram tidak akan berakhir, kalau masih ada masyarakat pengguna jalan yang memberi uang. Padahal, Pemkot Mataram telah melakukan berbagai upaya untuk menekan atau meminimalisir keberadaan anjal dan pengemis. Salah satunya, menggelar razia pada titik-titik tertentu yang menjadi daerah operasi atau tempat meminta-minta. Namun, generasi baru anjal dan pengemis masih tetap bermunculan di persimpangan jalan Kota Mataram.
” Kami tidak akan tinggal diam membiarkan anjal dan pengemis tetap beroperasi di jalanan kota. Terutama para inspirator atau orang-orang yang berada dibalik aksi anjal dan pengemis. ” kata Wali Kota Mataram, HM. Ruslan saat dikonfirmasi wartawan diruang Sekda kota selasa (26/1).
Menurutnya, masalah anjal sangat tergantung dari peran orang tua dalam mendidik anaknya untuk tidak lagi menjadi peminta-minta di jalan. Serta masyarakat pengguna jalan, agar tidak memberikan uang. Kalaupun masyarakat beralasan sedekah, maka lebih baik uang tersebut diberikan pada yang berhak seperti di panti asuhan atau panti jompo. Untuk itu, Ruslan mengharapkan agar masyarakat tak lagi memberi uang pada anjal dan pengemis.
Ruslan menuturkan, Kota Mataram menjadi magnet atau madu bagi warga luar untuk datang mencari nafkah ke kota maju dan religius ini. Namun, tidak jarang dari warga pendatang yang ke Kota Mataram tanpa dibekali dengan pendidikan dan keahlian. Sehingga, bagi yang tidak berpendidikan dan keahlian terpaksa menjadi peminta-minta seperti yang terlihat dibeberapa persimpangan. Ruslan pun mengaku mulai resah, dengan munculnya lagi perkumpulan anak punk yang mencari uang dengan mengamen atau mangkal di perempatan jalan. ( ady )

Comments
Post new comment