Skip to Content

Masyarakat Adat Minta Gubernur Perhatikan Polemik Cek Bocek Sumbawa

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) meminta kepada Gubernur NTB agar memperhatikan polemik agraria yang terjadi di lahan adat Cek Bocek, Kecamatan Ropang Kabupaten Sumbawa. Pasalnya kebijakan yang telah diambil oleh Bupati Sumbawa bersama mitranya PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dinilai telah melanggar hukum adat karena mencaplok lahan milik masyarakat adat.

Sekjen AMAN Abdon Nababan dalam keterangan persnya di Mataram Sabtu (07/01) menjelaskan, pihaknya bersama dengan beberapa organisasi kemasyarakatan telah berkunjung ke Sumbawa guna melihat lebih dekat polemik agraria didaerah tersebut. Menurutnya, masyarakat adat di sekitar hutan Dodo Sumbawa sudah jelas dan mereka memiliki hak didaerah tersebut.
 
Ia menilai, PT NNT telah mengambil sebagaian besar wilayah adat mereka dan tidak pernah meminta persetujuan dari masyarakat adat setempat. Bahkan sekarang, PT NNT telah mengorganisir masyarakat yang butuh pekerjaan di tambang dengan masyarakat adat Cek Bocek. Artinya ada sebuah upaya membenturkan masyarakat dengan masyarakat lainnya atas kepentingan pertambangan.
 
Abdon menegaskan, luas wilayah adat yang dikuasai oleh suku Merco Cek Bocek seluas 24 ribu hektar, dimana sekitar 17 ribu hektar masuk dalam kawasan konsesi PT NNT karena potensi kandungan mineral atau emas yang terbesar itu berada di wilayah Cek Bocek. Menurutnya tindakan tersebut telah melanggar aturan, apalagi populasi masyarakat adat Cek Bocek cukup besar yang tersebar di tiga desa yakni di desa Lawin dan Labangka kecamatan Ropang serta desa Aiketapang di Kecamatan Lunyuk.
 
Sebelumnya, Bupati Sumbawa H Jamaludin Malik menegaskan, sampai saat ini belum ada bukti bahwa masyarakat adat Cek Bocek merupakan penduduk asli kawasan hutan Dodo di wilayah Kecamatan Ropang. Artinya Pemda Sumbawa meragukan klaim masyarakat adat Cek Bocek soal tanah adat tersebut.(ris)
 

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.