Skip to Content

Masyarakat Harus Awasi dan Kontrol Media Massa

Mataram (Global FM Lombok) –
 
Salah seorang pengamat komunikasi politik IAIN Mataram, Dr. Kadri, M.Si, mengatakan, terdapat perbedaan antara media cetak dan elektronik. Khusus media elektronik, baik Radio dan TV menggunakan ruang public, yakni frekwensi terbatas sebagai wilayah operationalnya. Dengan demikian, public memiliki hak sah untuk mengontrol dan keberatan terhadap acara Radio dan TV yang dinilai tidak mendidik atau yang ditenggarai membawa efek negative bagi masyarakat.
 
“ Kendati media cetak tidak menggunakan frekwensi public, tapi sebagai salah satu pilar demokrasi yang dijadikan refrensi, media cetak juga harus diawasi dan dikontrol juga. “ kata Dr. Kadri, M.Si, saat menjadi narasumber dalam acara dialog public tentang media di Aula Giri Putri Mataram, Rabu (3/2).
 
Kadri menegaskan, tanpa dikontrol, media massa akan sering kelewat batas, melenceng dari ekspektasi rakyat. Selain itu, tanpa diktritisi, media massa akan selalu merasa benar. Hal itu dapat dilihat dari kebanyakan isi siaran TV yang diwarnai tayangan yang tidak mendidik, penuh konflik dan nilai kemungkaran terbuka. Dalam menjadikan media yang idealis dan jurnalis professional sesuai dengan UU Pers dan Penyiaran, diperlukan upaya bersama dengan dan tidak mudah serta memerlukan waktu panjang.
 
Terdapat dua cara sebut Kadri, bagaimana melakukan pengawasan terhadap media massa, yakni control internal dan control eksternal. Kontrol internal (media watch) dilakukan media itu sendiri dalam mengawasi media dan jurnalisnya dengan menciptakan iklim kerja professional, seperti Standar Operational Procedure (SOP) yang baik. Satu media yang diselenggarakan dengan niat professional akan menghasilkan output media yang professional pula. Sementara, control eksternal, dilakukan komunitas diluar media, baik secara kelembagaan (Formal dan informal) maupun personal dengan jalur structural dan cultural.
 
Lebih jauh Kadri menjelaskan, jalur structural pengawasan atas media dilakukan lembaga berwenang, seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Dewan Pers dan organisasi pers. Dimana, media elektronik Radio dan TV diawasi KPI berdasar UU Penyiaran di tingkat nasional hingga daerah. Sementara, media cetak diawasi Dewan Pers dan organisasi pers dengan UU Pers.
 
“ Jalur cultural dapat dilakukan masyarakat umum atas inisitif sendiri atau tanpa instruksi Negara dan amanah UU. Wujud media watch itu dengan melakukan gerakan cinta professional sekaligus gerakan anti media partisan atau media yang tidak professional. “ tambahnya
 
Kegagalan kebebasan pers akan mulai tampak, jika media massa hanya menjalankan fungsi imperative dari birokrasi Negara. Sejarah perjalanan kebebasan pers apabila dikaitkan dengan demokrasi dan hak masyarakat mendapatkan informasi, biasanya tidak terlepas dari tuntutan normative yang terjadi dalam system social, berdasar korporatisme Negara yang menjadikan setiap institusi masyarakat boleh atau tidak memiliki otonomi.
 
“ Hal itulah yang menyebabkan sangat sulit memisahkan wajah ganda media massa, jika dilihat dari sisi imperative maupun empiris. “ ungkap salah seorang konsultan media dan praktisi media, Adhar Hakim, SH, saat menjadi narasumber dalam acara dialog public tentang media di Aula Giri Putri Mataram, Rabu (3/2).
 
Adhar menjelaskan, wajah ganda media massa dilihat dari sisi empiris, yakni media massa akan memainkan peran – perannya dalam sisi ekonomi maupun politik. Sementara dari sisi imperative, yakni media massa akan memainkan perannya menyampaikan pesan moral. Dalam mengukur sejauh apa kebebasan pers dalam sebuah masyarakat atau apakah ada demokrasi dalam kebebesan pers, maka tergantung dari sejauh apa masyarakat mendapatkan informasi dan menyampaikan pendapat mereka.
 
Adhar mengungkapkan, terdapat dua fungsi media massa pada institusi social, yakni mengubah alam pikiran khalayak dan memenuhi motivasi khalayak. Mengubah alam pikir khayalak, media massa berada pada posisi komunikator dan memenuhi motivasi khalayak, media berada pada posisi komunikan. Oleh sebab itu, seberapa jauh pengaruh media massa dapat dilihat dari proses perubahan khalayak.
 
“ Tentu, proses menuju ke arah itu, masyarakat dapat menunggu untuk dapat melihat efek yang bersifat individual yang mendorong terjadinya perubahan masyarakat yang dominat. “ jelasnya. (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.