MBS Masih Terfokus di Pulau Lombok
Mataram (Global FM Lombok) -
Koordinator Tim Management Berbasis Sekolah (MBS) NTB, Drs. Ali A Rahim, mengatakan, Unicef setiap tahunnya memberikan dana bantuan Rp 230 – 500 juta per tahun untuk program MBS di NTB. Terdapat 3 kabupaten yang mendapatkan dana tersebut, yakni Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Barat (Lobar).
” Hingga tahun 2002 silam, sudah 210 buah sekolah dasar (SD) yang dijadikan sekolah MBS dan program tersebut akan selesai hingga bulan desember 2010 mendatang. Namun, program MBS masih terfokus di pulau Lombok dan belum bisa menyentuh SD di pulau Sumbawa. ” kata Drs. Ali A Rahim, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang kerjanya, Sabtu (13/2).
Ali mengungkapkan, sekolah yang dipilih dalam program MBS, yakni sekolah yang berada tidak di perkotaan, tidak di daerah terpencil, tidak sekolah unggulan dan tidak sekolah tertinggal. Artinya, sekolah yang dipilih memiliki criteria sedang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Hal itu dimaksudkan, agar menjadi sample bagi sekolah di perkotaan dan pedesaan terpencil dan mudah diaplikasikan di sekolah non MBS lainnya. Dimana, setiap Bupati atau Wali Kota se – NTB akan didiberikan rekomendasi agar sekolah MBS bisa dijadikan acuan bagi sekolah lain.
Sebelumnya, Ali menjelaskan, paling tidak ada 3 pilar yang ingin diperkuat dalam pembinaan itu, yakni management sekolah, seperti bagaimana tata kelola terhadap 8 standar yang harus dimiliki sekolah. Pilar kedua, sekolah hendaknya menerapkan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan (Paikem) kepada para siswanya. Selanjutnya pilar ketiga tambah Ali, sekolah harus bisa menggugah Peran Serta Masyarakat (PSM) dalam proses belajar mengajar.
” Ketiga pilar itu akan diuji cobakan melalui instrument yang disusun Tim MBS NTB yang apabila hasilnya memuaskan, maka program itu bisa menjadi program pendidikan berkelanjutan. Hal itu sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di NTB. ” jelasnya. (ozi)

Comments
Post new comment