Melihat Proses Pecetakan Uang di Perum Peruri Karawang Jawa Barat
Jakarta (Global FM Lombok)-
Hari Kamis (10/11), Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forta Ekbis) bersama Bank Indonesia (BI) Mataram berkesempatan berkunjung dan melihat langsung proses pencetakan uang di di Perum Percetakan Uang RI (Peruri), Karawang, Jawa Barat. Ternyata tidak sembarang orang bisa masuk ke kawasan percetakan uang tersebut. Harus benar-benar orang yang terdaftar sudah membuat janji atau khusus undangan Peruri yang bisa memasuki kawasan ini.
Lapisan pengamanan yang ketat akan Anda hadapi sejak melangkahkan kaki di sini. Itu pun baru memasuki arena gerbang utama Peruri. Jangan bayangkan saat memasuki gedung produksi percetakan uangnya, banyak persyaratannya. Saat pertama memasuki areal proses produksi percetakan uang, peserta kunjungan harus meninggalkan segala bentuk teknologi digital, seperti HP dan camera digital. Tidak hanya itu, uang dan dompet pun harus diamankan terlebih dahulu atau disimpan di locker khusus dan kuncinya dapat dibawa.
Para peserta diberi kartu khusus pengunjung dan masuk gedung melalui pintu putar. Ruang dasar terdapat sejumlah etalase yang dipajang di dalamnya sejumlah produk pabrikan Peruri. Beberapa diantaranya, uang kertas dan uang logam yang telah diproduksi Peruri dari awal hingga terbaru, kertas berharga nonuang seperti perangko, pita cukai, passport, sertifikat tanah, ijazah, materai, serta dipajang juga maket arsitektur denah kawasan Peruri.
Usai puas menikmati pajangan-pajangan di sejumlah etalase tersebut, lalu peserta bisa beranjak ke lantai dua dengan naik tangga atau. Di lantai dua inilah peserta bisa melihat secara langsung bagaimana uang diproduksi, mulai dari tahapan awal hingga akhir produksi. Terdapat 7 proses pencetakan uang, seperti Plat Cetak Intaglio/Galvano (Engraving Process), Roll Sablon Intaglio, Cetak Uang Kertas Tahap Cetak Rata (Offset Process) dan Cetak Uang Kertas Tahap Cetak Dalam (Intaglio Process). Selanjutnya, proses Pemeriksaan Lembar Besar (Inspection Process) , Cetak Nomor (Numbering Process) dan Penyelesaian (Cutpack Process).
Seluruh proses-proses tersebut dijelaskan secara detail oleh petugas dari Staf Biro Komunikasi dan Protokol Perum Peruri, Suparno, dan Kepala Biro Verifikasi Uang Kertas, Edison. Uang kertas asli dari BI yang dicetak di Peruri yang beredar di pasaran selama ini terbuat dari bahan katun, sehingga tidak mudah luntur, kusam, dan robek. Proses percetakan uang ternyata sangatlah sulit dan ruwet tidak semudah yang dibayangkan. (ozi)

Comments
Post new comment