Mendiknas : Masyarakat Indonesia Harus Sehat dan Pintar
Mataram (Global FM Lombok) –
Beberapa Negara di dunia, salah satunya Singapura, mengaku cemburu dengan Indonesia, khususnya Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab, Singapura telah berusaha maksimal dengan berbagai program agar penduduknya bisa mencapai 15 – 20 juta jiwa. Tapi, usaha dengan dana yang besar itu belum bisa diwujudkan dan menjadi masalah rumit Negara. Sementara, Indonesia tanpa adanya program dan dana yang besar, penduduknya terus mengalami peningkatan rata – rata 3 juta jiwa per tahun.
” Penduduk Singapura dan beberapa Negara maju di dunia, saat ini mengalami keterbatasan SDM produktif. Betapa tidak, minimnya angka kelahiran di Singapura mengakibatkan penduduk yang tinggal saat ini adalah usia yang kurang produktif. ” sebut Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA, saat memberikan arahan pada acara Sarasehan Nasional Pendidikan Berkarakter di Hotel Grand Legi Mataram, Sabtu (17/4).
Nuh mengungkapkan, di Negara maju, Usia Harapan Hidup (UHH) sudah tinggi, tapi mengakibatkan tingkat kelahiran menjadi sangat rendah. Artinya, masyarakat usia lansia lebih banyak daripada usia muda produktif atau pra produktif. Indonesia merupakan Negara keempat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, setelah China, India dan Amerika. Persentase kelahiran Indonesia dinilai cukup tinggi mencapai 1,8 persen, sehingga usia produktif dan pra produktif cukup banyak. Masyarakat Indonesia harus berbangga dengan kondisi itu.
Potensi SDM luar biasa yang dimiliki Indonesia itu papar Nuh, haruslah dibarengi dengan dua syarat utama, yakni sehat dan pintar. Sehat dan pintar dalam makna yang luas, baik akal, prilaku dan rohani. Sebab, jika pintar saja dengan tidak diberengi dengan kesehatan, maka akan menjadi sia – sia saja dan sebaliknya. Banyaknya masyarakat yang sehat dan pintar di Indonesia akan meningkatkan SDM untuk bersaing di dunia. Pada dasarnya lanjut Nuh, setiap orang memiliki karakter dasar yang mulia. Tapi, adanya pengaruh luar membuat karakter dasar itu hilang. (ozi)

Comments
Post new comment