Skip to Content

Menjamurnya Medical Chek Up, Membingungkan Calon TKI

Menjamurnya tempat pemeriksaan kesehatan atau medical chek up bagi para calon TKI di Kota Mataram bukannya mempermudah. Justru banyaknya tempat medical chek up ini, membingungkan calon TKI dan Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). Padahal, masing-masing Negara tujuan telah menetapkan tempat medical chek up di Kota Mataram yang berstandar internasional. Namun, belakangan ini masih banyak bermunculan tempat pemeriksaan kesehatan bagi calon TKI. Inilah yang disinyalir, akan berdampak pada dipulangkannya para TKI dari Negara tujuan, karena hasil pemeriksaan kesehatan di Negara tujuan menyatakan TKI tersebut bermasalah.

 

Demikian dikatakan Ketua LSM Peduli NTB, Imam Muhajir pada Global FM di DPRD Kota Mataram selasa pagi. Imam menjelaskan, minimnya SDM yang dimiliki para calon TKI mengakibatkan mereka bisa dipermainkan begitu saja. Artinya, calon TKI tersebut disuruh periksa kesehatan di Puskesmas, maka TKI bersangkutan akan ikuti perintah itu. Padahal, Puskesmas bukanlah tempat yang ditunjuk Negara penerima TKI untuk periksa kesehatan calon TKI. Untuk itu, Imam mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi baik Kota Mataram dan Propinsi NTB, untuk mengarahkan calon TKI dan PPTKIS agar memeriksakan kesehatan pada tempat yang telah ditentukan. Seperti RSUP NTB dan ada beberapa medical chek up rujukan Negara tujuan.

 

Imam pun menyayangkan Dinas terkait yang mengeluarkan ijin operasional medical chek up di Kota Mataram. Karena, tempat medical chek up yang berkembang pesat pada tahun 2009 lalu tersebut, tidak memiliki kerja sama dengan Negara tujuan. Dalam arti, medical tersebut tidak punya lisensi. Anggota Legislatif kota ini menyebutkan, pada tahun 2009 dari pengamatan LSM Peduli NTB sedikitnya ada 11 medical chek up yang baru berdiri. Masing-masing di kawasan Monjok sebanyak lima dan Bertais sebanyak enam tempat. Menurutnya kalau ini dibiarkan begitu saja, maka akan semakin banyak lagi para pencari kerja asal NTB yang dipulangkan dari luar negeri sebelum sempat bekerja. ( ady )

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.