Skip to Content

MoU Pemerintah RI Dengan Emaar Berahir

Mataram (Global FM Lombok) -
 
Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang telah dibuat oleh Pemerintah RI dengan PT Emaar Properties terkait dengan rencana investasi di lahan eks LTDC di Lombok tengah (Loteng) sudah berahir pada Januari 2010 . Kini pemerintah kembali membuka kesempatan untuk semua investor yang ingin membangun kawasan eks LTDC dengan syarat investor tersebut harus serius dan siap memulai investasinya.

 
” Pemerintah pusat dalam hal ini BKPM berkomitment akan mempercepat pembangunan kawasan wisata di eks LDTC Loteng tampa harus bergantung pada PT Emaar. ” kata Sekda NTB Drs H Abdul Malik, MM kepada Global FM Lombok usai menghadiri rapat paripurna dengan agenda laporan pansus raperda Irigasi yang berlansung di kantor DPRD NTB kamis (19/2).
 
Ia menuturkan, PT Emaar sebenarnya meminta kepada pemerintah untuk memberikan perpanjangan waktu bagi pihaknya untuk mulai berinvestasi. Namun sayangnya pemerintah tidak memberikan izin perpanjangan waktu lagi bagi Emaar dan pemerintah memilih agar membuka kesempatan baru bagi semua investor untuk menggarap lahan eks LTDC.  
 
Keberadaan PT Emaar sendiri kata Sekda sudah cukup lama dinanti keseriusannya oleh masyarakat, namun faktanya sampai waktu berahir, Emaar belum juga menggarap lokasi wisata yang diinginkannya. Terkait dengan semua fasilitas yang telah diberikan pemerintah ke PT Emaar seperti pajak, semua perijinan serta saham pemprov NTB dan pemerintah pusat sebesar 15 persen di Emaar akan segera dicabut.  
 
Sekda mengatakan, pemerintah sudah membuat jadwal baru bagi semua investor yang melirik lahan wisata pulau Lombok bagian selatan ini yaitu pada bulan Juni 2010 mendatang MoU yang baru sudah harus ditandatangani. Kabarnya salah satu investor asal India sudah hampir positif akan menggantikan posisi Emaar dalam hal membangun destinasi wisata berkelas dunia di eks LTDC.
 
Ia menambahkan, investor tersebut pada tanggal 18 Faberuari kemarin sudah mendatangi kawasan Pantai Kuta dan menginap di Novotel Lombok. Rombongan investor ini difasilitasi secara lansung oleh kepala BKPM dan pihak BTDC. Sekda menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan toleransi kepada investor yang hanya memberikan angin segar namun pada kenyataannya investasi itu belum juga dimulai. Jika Emaar masih ingin melirik lahan eks LTDC maka ia harus kembali mendaftar ke pemerintah pusat sebagai calon investor baru.
 
Seperti diketahui, pemerintah Indonesia yang diwakili PT Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dan Pemerintah Dubai yang diwakili Emaar Properties telah menandatangani MoU pengembangan kawasan wisata di Kuta pada 19 Maret 2008. Kedua belah pihak telah membentuk perusahaan bersama atau joint venture company (JVC) Emaar Properties dan PT BTDC. Lahan investasi yang akan dipergunakan Emaar Properties dan PT BTDC itu seluas 1.250 hektare . Emaar Properties berencana menginvestasikan Rp 21 triliun dalam kurun waktu 15 tahun pada tiga periode, setiap periode lima tahun dengan nilai investasi Rp 7 triliun. (ris/ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Aliansi Hijau PBB-PKNU, Upaya Perkuat Politik Jelang Pemilu

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Bulan Bintang (PBB) mendeklarasikan Aliansi Hijau di Jakarta, tanggal 20 Desember lalu. Aliansi Hijau merupakan kesepakatan PKNU dan PBB untuk bergabung dalam format konfederasi secara permanen, dan akan berjuang bersama-sama agar dapat menjadi peserta Pemilihan Umum 2014. Didaerah, Aliansi Hijau ini diupayakan untuk memperkuat posisi tawar politik baik di Pilkada muapun di Pemilu mendatang.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.