Skip to Content

Nasib Ratusan Jemaat Ahmadiyah Masih Tak Jelas

Mataram (Global FM Lombok)-
 
Bulan Februari 2012 ini genap 6 tahun ratusan jemaat Ahmadiyah berada di pengungsian Transito Mataram. Namun, selama 6 tahun nasib mereka masih tak jelas dan terkatung-katung. Betapa tidak, seluruh jemaat Ahmadiyah yang tinggal di Transito Mataram belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Secara otomatis segala hak yang berkaitan dengan program pemerintah tidak mereka terima, kerena statusnya belum jelas. Anehnya, saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) mereka memiliki hak suara.

 
“ Kami ingin ketegasan dari pemerintah. Bagaimana status kami, baik secara hukum maupun kewarganegaraan. Apakah kami akan tetap tinggal di Transito atau jadi direlokasi. Kami akan patuh apa pun keputusan pemerintah. Asal kami mendapat perlakuan baik dan mendapat jaminan keselamatan. Hingga 6 tahun ini kami semua belum punya KTP. Bantuan tidak ada, seperti beras raskin ataupun jamkesda,” kata salah seorang warga Ahmadiyah, Sarim, kepada wartawan, di Transito Mataram, Senin (6/2).
 
Sarim menyebutkan, jumlah warga Ahmadiyah yang masih bertahan di Transito Mataram sebanyak 140 orang dengan 33 Kepala Keluarga (KK). Sebanyak 40 orang anak-anak, termasuk 18 anak yang terlahir di Transito Mataram. Untuk bertahan hidup warga Ahmadiyah melakukan usaha sendiri, seperti tukang ojek, penjual bakso/mie keliling, bertani dan lain sebagainya. Sementara para perempuan juga melakoni pekerjaan sebagai pembantu atau pekerjaan halal lainnya. Anak-anak tetap sekolah meski dengan serba keterbatasan biaya.
 
Sementara itu, Juru Bicara Gubernur NTB, L. M. Faozal mengatakan, pelaksanaan instruksi gubernur terkait penanganan jemaat Ahmadiyah menggunakan media da’wah sudah dilakukan. Dimana, sudah banyak para tuang guru dan ustad yang dikirim untuk memberikan da’wah kepada jemaat Ahmadiyah. Belum ada kebijakan baru terkait nasib mereka, termasuk rencana relekosi dari Transito ke tempat permanen. Sebab hingga saat ini rencana relekoasi masih dibicarakan secara intens dengan pemerintah kabupaten Lombok Barat (Lobar).
 
“ Yang punya warga itu kan Lobar. Jadi status mereka masih sebagai pengungsi, sehingga Kota Mataram tidak bisa mengeluarkan KTP. Tidak ada KTP ya secara otomatis, hak-hak mereka mendapatkan Raskin, Jamkesmas dan program pemerintah untuk kemiskinan tidak diperoleh. Itulah sebabnya proses penyelesaian masalah Ahmadiyah ini diharapkan dapat segera selesai. Syaratnya warga Ahmadiyah juga ada kemauan untuk berubah, sehingga tidak ada konflik horizontal lagi yang terjadi,” terangnya. (ozi)  

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.