NTP NTB Masih Terendah Nasional
Mataram (Global FM Lombok) –
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, H. Soegarenda, MA, mengungkapkan, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB hingga Mei 2011 belum bergeser dari posisi terendah dari 32 provinsi di Indonesia. Kendati NTP NTB bulan mei 2011 mengalami peningkatan sebesar 0,84 persen atau 96,50 persen, jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 95,60.
“NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. Selain itu, NTP menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.”jelas H. Soegarenda, MA, kepada wartawan, di kantornya, Rabu (1/6).
Soegarenda menyebutkan, dari 32 provinsi yang dilaporkan, sebanyak 28 provinsi memiliki NTP di atas 100 persen, sedangkan empat provinsi termasuk NTB di bawah 100 persen. NTP di bawah 100 persen berarti petani mengalami defisit atau penurunan daya beli karena kenaikan harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya.
Dari 32 provinsi yang dilaporkan, terjadi kenaikan di 19 provinsi dan penurunan di 12 provinsi, sementara satu provinsi tidak mengalami perubahan NTP. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Lampung, sebesar 1,88 persen, sedangkan penurunan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Timur, sebesar 0,91 persen.
Ia mengatakan, subsektor pertanian di NTB yang mengalami peningkatan nilai tukar pada Mei 2011, adalah subsektor tanaman pangan (padi dan palawija) sebesar 1,51 persen dan subsektor perkebunan rakyat sebesar 1,47 persen. Untuk subsektor peternakan terjadi peningkatan nilai tukar sebesar 0,38 persen, subsektor perikanan juga mengalami peningkatan nilai tukar sebesar 1,27 persen. Hanya subsektor hortikultura yang dilaporkan terjadi penurunan nilai tukar sebesar 0,87 persen karena turunnya harga sayur-sayuran seperti bawang merah, cabai rawit dan tomat. (ozi)
ShareThis

Comments
Post new comment