Skip to Content

Nurhayati : Kembalikan Tunjangan Sertifikasi Saya

Kota Bima (Global FM Lombok) –
 
Salah seorang guru SMK Negeri 3 Kota Bima, Nurhayati, S.Pd, meminta, agar pemerintah kota (Pemkot) Bima dapat mengembalikan tunjangan sertifikasi guru selama 5 bulan di tahun 2010 sebesar Rp 8,3 juta. Sebab, dirinya telah berjuang selama 2 tahun untuk menuntut haknya yang belum dikembalikan. Tunjangan sertifikasi itu sebenarnya telah diterima dari Pemkot Bima melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dari bulan januari 2010, karena telah lulus sertifikasi tahun 2009.

 
“ Belakangan terjadi permasalahan mengenai uang tunjangan tersebut. Dikpora Kota Bima meminta saya mengembalikan tunjangan sertifikasi yang sudah diterima, karena menyalahi aturan. Seharusnya tunjangan tersebut dibayarkan melalui dana dekonsentrasi. Saya akhirnya kembalikan ke kas daerah melalui rekening PT Bank NTB Cabang Kota Bima pada Maret 2010,” keluh Nurhayati, kepada wartawan, di Kota Bima, Rabu (18/1).
 
Nurhayati mengaku, Dikpora Kota Bima menjanjikan akan mengembalikan tunjangan sertifikasi yang sudah disetorkan ke kas daerah melalui dana dekonsentrasi. Tapi, setelah ditunggu-tunggu, tunjangan sertifikasi itu belum ada kejelasannya untuk dikembalikan. Persoalan itu juga diadukan ke Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bima, PGRI NTB dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), namun tidak membuahkan hasil.
 
“ Saya tidak mengerti kok bisa seperti ini. Semua pihak terkait saya temui, tapi hanya lelah yang saya dapat. Saya ingin menuntut hak saya dikembalikan. Saya menghimbau kepada para guru yang sudah disertifikasi agar hati-hati, jika diminta mengembalikan tunjangan profesinya dengan alasan yang macam-macam. Sebab, tidak menutup kemungkinan modus tersebut terjadi di daerah lain,” imbuhnya.
 
Menanggapi hal itu, Kepala LPMP NTB, Drs. Moh. Irfan, MM, mengatakan, tidak ada aturan yang membolehkan tunjangan sertifikasi dibayarkan melalui DAU. Tunjangan profesi guru dibayarkan melalui dana dekonsentrasi. Ia juga tidak bisa berbuat banyak mengenai persoalan yang dihadapi Nurhayati, karena itu kewenangan Dinas Dikpora Kota Bima. LPMP hanya mengurus masalah peningkatan mutu pendidik dan memfasilitasi urusan administrasi guru yang akan disertifikasi.
 
Ketua PGRI Kota Bima, Drs. H. Sudirman, saat ditanya sejumlah wartawan tidak berkomentar banyak dan pergi meninggalkan para wartawan. Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H. Nurdin H. Mansyur, SH, yang dihubungi sebanyak empat kali sejumlah wartawan tidak mengangkat telepon selulernya. Sementara, Ketua PGRI NTB, Drs. Ali A Rahim, mengaku, belum menerima laporan pengaduan guru tersebut dari PGRI Kota Bima. (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.