OP Mitan Senteluk Diserbu Korban Banjir
Giri Menang (Global FM Lombok) –
Operasi Pasar (OP) berupa minyak tanah (Mitan) di Desa Senteluk Kecamatan Batu Layar Lombok Barat (Lobar) diserbu ribuan warga korban banjir. OP yang berlangsung aman dan kondusif tersebut sempat dicederai dengan ulah salah seorang oknum Ketua Rukun Tetangga (RT) dari Dusun Karang Telaga dengan melakukan pungutan liar (Pungli). Ribuan warga sudah menunggu kedatangan mobil tangki mitan yang membawa 5.000 liter sejak pukul 08.00 wita hingga pukul 10.00 Wita.
Kepala Desa Senteluk Mukril Hakim, kepada wartawan, Selasa (28/7) mengatakan, pihak Pertamina mendistribusikan sekitar 5.000 liter mitan yang diperuntukkan untuk 1.000 warga korban banjir dengan harga Rp 3000 per liter menggunakan kupon. Dimana, pihaknya sudah memberikan jatah kepada masing-masing warga 5 liter perorang dengan harga Rp 15 ribu. Pendistribusian mitan tersebut diprioritaskan bagi lima dusun yang menjadi korban banjir beberapa waktu lalu.
Dalam proses OP yang digelar di Desa Senteluk tersebut, salah seorang Ketua RT di Dusun Karang Telaga, Hamdi, diduga kuat melakukan pungutan liar (Pungli). Pasalnya, harga mitan yang semula Rp 15 ribu per lima liter dijual dengan harga Rp 17 ribu, hal itu terungkap ketika warga Dusun Karang Telaga Senteluk Batu Layar mempertanyakan kepada warga lain tentang harga mitan tersebut sebenarnya. Hamdi mengaku pungutan tersebut dilakukan atas dasar kerelaan masyarakat setempat, untuk membagikan kupon OP mitan memerlukan biaya. Tapi, akibat diprotes warga, akhirnya Hamdi mengembalikan uang pungutan tersebut. (ozi)

Comments
Post new comment