Ormas Jangan Sweeping Sendiri di Bulan Ramadhan
Mataram (Global FM Lombok) –
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) NTB, melakukan aksi damai dengan pawai simpatik ramadhan menuju kantor Wali Kota Mataram senin pagi. Dengan membawa beberapa poster, mereka meminta agar Pemkot Mataram menciptakan nuansa aman di bulan ramadhan yang suci dan mulia. Mahasiswa tidak menginginkan, bulan yang penuh dengan berkah dan rahmat, dikotori dengan perbuatan yang tidak terpuji. Dan mendesak agar Pemkot menutup tempat hiburan yang mengarah ke maksiat.
Tiba di kantor Wali Kota Mataram sekitar pukul 10.00 WITA, mahasiswa diterima langsung Wali Kota Mataram HM. Ruslan. Mahasiswa pun meminta Wali Kota menjelaskan, kebijakan yang dilakukan Pemkot Mataram selama bulan puasa. Terkait hal itu, Ruslan menegaskan, pada prinsipnya Pemkot telah mengeluarkan surat edaran yang intinya melarang warung makan buka di pagi hingga siang hari. Termasuk, melarang keras peredaran minuman keras tradisional. Dari pengalaman puasa sebelumnya, Ruslan mengaku masih saja ada pemilik warung yang bandel dengan membuka tempat usahanya. Dan biasanya itu dilakukan pedagang dari luar daerah.
Disisi lain, lanjutnya, rupanya ada semacam simbiosis mutualisme yang terjadi di Kota Mataram dan itu tidak baik. Misalnya, yang menjual minuman keras dari agama lain, tetapi yang membeli atau mengkonsumsi minuman beralkohol seperti tuak adalah saudara muslim kita. Tentunya, hal itu sangat memalukan bagi kita sebagai umat islam. Sementara mengenai tempat hiburan, Ruslan mengatakan, di Kota Mataram tidak menyiapkan tempat hiburan plus.
Wali Kota Mataram HM. Ruslan meminta organisasi masyarakat (Ormas) yang ada didaerah ini, untuk tidak melakukan aksi sweeping sendirian terhadap rumah makan yang buka di pagi hingga siang hari selama bulan ramadhan. Tetapi, kalau menemukan ada rumah makan yang melanggar surat edaran Wali Kota Mataram, sebaiknya ormas berkoordinasi dengan aparat baik Pol PP dan Polres Mataram. Sehingga, situasi di Kota Mataram tetap aman dan kondusif. Dan, umat islam dapat menunaikan ibadah puasa dengan khusyuk dan lancar.
Hal itu disampaikan HM. Ruslan pada wartawan, usai menerima aksi damai Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) NTB, senin pagi. Ruslan mengatakan, cukup banyak ormas yang tumbuh dan berkembang di Kota Mataram. Seperti, Angkatan Muda Ka’bah (AMK), Front Pembela Islam (FPI) serta beberapa ormas keagamaan dan kemahasiswaan. Terhadap ormas itu, lagi-lagi Ruslan meminta untuk tidak bertindak sendirian. Kendati pemilik warung telah jelas tak mengindahkan edaran Wali Kota Mataram.
Sebagai orang yang beriman dan sedang berpuasa, kita umat islam harus bisa menahan diri dan tidak terprovokasi kepentingan tertentu. Bagi yang tidak puasa, Ruslan berharap tetap jaga sikap toleransi. Jangan sampai melakukan tindakan atau perbuatan yang bisa merusak ibadah orang berpuasa. Mahasiswa pun diminta, untuk membantu mengawasi rumah makan yang melanggar edaran.
Ruslan menuturkan, masih adanya beberapa rumah makan yang beraktivitas dipagi hari di bulan puasa, tidak terlepas dari adanya permintaan masyarakat. Ada kemungkinan yang makan disitu adalah segelintir umat islam. Karena, Ruslan meyakini kalau umat non muslim tidak mungkin makan ditempat terbuka seperti itu. Paling tidak, mereka memasak sendiri dirumahnya. (ady)

Comments
Post new comment