Parade Lombok Begendang Akan Digelar Setiap Tahun
Mataram (Global FM Lombok) -
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA, mengatakan, NTB memiliki kaya akan seni budaya local, seperti Rudat, Gendang Geleq dan kesenian lainnya. Tapi, perkembangan kesenian lokal saat ini mulai menurun, seiring dengan berkembangnya aliran kesenian modern. Dalam hal ini, seluruh masyarakat NTB hendaknya terus meningkatkan kualitas diri dengan berinisiatif dan berupaya menciptakan ruang gerak yang semakin luas dalam pelestarian seni dan budaya lokal. Salah satunya, dengan berpartisipasi dalam acara Lombok Begendang atau Festival Perkusi Nusantara serta The Master of Gendang Beleq.
Demikian sambutan tertulis TGH. M. Zainul Majdi, MA, yang dibacakan Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) NTB, Ir. Yaqoub Abdin, saat membuka acara Parade Lombok Begendang, di depan Kantor Gubernur NTB, Minggu (1/8). Dipaparkan, Parade Lombok Begendang ini rencananya akan digelar setiap tahun. Digelarnya acara ini secara berkesinambungan diharapkan akan memberikan out put yang lebih besar bagi peningkatan motivasi dan komitmen masyarakat untuk terus mengembangkan serta melestarikan sekaligus mempromosikan kesenian asli daerah. Selain itu, dapat menumbuhkembangkan kecintaan, kepedulian serta rasa memiliki terhadap kesenian tradisional daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Drs. L. Gita Aryadi, M.Si, menambahkan, acara ini akan dapat melestarikan kesenian tradisional, khususnya yang menggunakan gendang yang hampir punah, sehingga dapat sejajar dengan kesenian lainnya. Parade ini diikuti 5 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan NTB. Diikuti juga 40 kontingen kesenian dari kabupaten/kota se pulau Lombok dan 15 sekolah di Kota Mataram. Sebelumnya, telah digelar Festival Perkusi Nusantara di Taman Budaya Mataram dan The Master of Gendang Beleq.
Pantuan Reporter Global FM Lombok, satu demi satu para kontingen diberikan waktu 5 menit untuk atraksi di depan para pejabat Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan Pemprov NTB serta puluhan ribu masyarakat penonton. Selain gendang beleq, para peserta menampilkan, gule gending, drum band dan music kontemporer dengan memukul bamboo, gallon air minum, botol dan lainnya. Hal itu membuat masyarakat penonton menikmati setiap atraksi yang ditampilkan para peserta. Acara ini dimulai dari pukul 09.00 Wita hingga 11.00 Wita. (ozi)

Comments
Post new comment