Pariwisata dan UMKM Harus Saling Mendukung
Giri Menang (Global FM Lombok) –
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Drs. L. Gita Aryadi, M.Si, mengatakan, antara kepariwisataan dan Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) harus saling mendukung satu sama lainnya. Dalam hal ini, pemerintah daerah (Pemda) harus menjadi fasilitator antara UMKM dengan industry pariwisata, termasuk Assosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA), Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Produk – produk yang dihasilkan UMKM, seperti kerajinan tangan, dapat dipasarkan di Hotel, Restaurant dan tempat – tempat wisata lainnya.
” Bagi industry pariwisata bisa dibuat sebuah produk wisata yang menyenangkan bagi para wisatawan. Dengan demikian, kedua belah pihak bisa saling menguntungkan. ” kata Drs. L. Gita Aryadi, M.Si, kepada wartawan, di The Santosa Hotel, Senggigi Lombok Barat (Lobar), Kamis (20/5).
Gita mengungkapkan, banyaknya event Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE) di NTB juga akan membuka peluang bagi industry pariwisata dan UMKM. Dimana, para tamu yang mengikuti MICE bisa diarahkan untuk mengunjungi pusat – pusat kerajinan tangan, seperti art shop, mutiara, gallery dan lainnya.
” Pada tahun 2012, terdapat pertemuan para pelaku komperasi dan UMKM se – Indonesia yang diharapkan NTB bisa menjadi tuan rumah. Dalam pertemuan itu, paling tidak terdapat 5.000 orang yang akan datang dan hal itu tentu akan menguntungkan industry pariwisata di NTB. ” harapnya.
Pada tahun 2012 juga papar Gita, Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kemenlutkan) telah berjanji akan membawa 2 event besar ke NTB, yakni tuan rumah seminar rumput luat dunia dan Seal Lombok 2012. Dua event besar itu disamping menambah kunjungan wisatawan ke NTB, juga bisa dimanfaatkan para UMKM. Sebab pada dasarnya, banyaknya event MICE yang digelar di NTB, akan bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di dunia pariwisata dan UMKM.
” Produk wisata, produk barang dan jasa, apabila dipadukan akan menjadi sebuah produk yang bisa menarik wisatawan dalam dan luar negeri. Tentu, kemasan produk itu harus dapat dibicarakan bersama. ” imbuhnya. (ozi)

Comments
Post new comment