Pasokan Listrik untuk BIL Belum Tercukupi dengan Maksimal
Mataram (Global FM Lombok) -
Pasokan energi listrik untuk Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok Tengah (Loteng) belum tercukupi dengan maksimal. Meskipun saat ini aliran daya listrik yang berasal dari PLTD Ampenan ke wilayah BIL sudah tidak ada persoalan, namun pada saat beban puncak, managemen BIL harus menghidupkan gensetnya untuk memenuhi kebutuhan listrik. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah BIL, pihaknya menyiapkan dua arah layanan yakni lewat PLTU Ampenan serta lewat gardu litsrik di Praya Loteng.
” PT Angkasa Pura meminta PLN mengalokasikan kebutuhan listrik di wilayah BIL sebanyak 3,5 mega watt. Pihak PLN sudah menyanggupinya dan kebutuhan daya tersebut sudah disalurkan. Karena BIL belum beroprasi, maka daya listrik yang terpakai baru 1,5 mewat saja. ” kata Manager Teknik PLN Wilayah NTB Ir Akbar Ali kepada Global FM Lombok di kantor DPRD NTB usai melaksanakan rapat kerja dengan anggota komisi III Selasa (9/3).
Akbar mengungkapkan, secara umum devisit daya listrik di NTB mencapai 30 mega watt. Karena itu untuk sementara ini, BIL tidak bisa menikmati penerangan listrik pada saat beban puncak yakni sekitar pukul 18.00 sampai 22.00 Wita. Dalam rentang waktu tersebut, pihak managemen BIL harus menghidupkan genset untuk memenuhi kebutuhan energi.
Ia menambahkan, saat ini pihak PLN masih mengupayakan penambahan daya lewat penyewaan genset dari luar daerah. PLN bisa sepenuhnya menyalurkan energi listrik selam 24 jam jika sudah ada penambahan 15 mega watt beberapa bulan kedepan. Atau daya listrik bisa terpenuhi dengan maksimal ke wilayah BIL jika PLTU 2x25 di Jeranjang, Lombok Barat (Lobar) sudah selesai dikerjakan ahir tahun 2010 ini.
PLN Wilayah NTB memberikan target sampai bulan Mei 2010 mendatang, listrik tidak boleh padam di seluruh pulau Lombok. Sebab pada bulan Mei, sejumlah genset yang akan didatangkan PLN dari luar daerah sudah bisa difungsikan dengan baik. Jajaran direksi PLN sebenarnya memberikan target sampai bulan Juni 2010, namun PLN Wilayah sudah berani memberikan jaminan agar pada ahir Mei pemadaman listrik sudah tidak ada lagi.
” Target pulau Lombok bebas pemadaman listrik merupakan kesepakatan yang telah ditandatangani oleh GM PLN NTB dengan PLN pusat tanggal 18 Pebruari lalu. Jika sampai semester pertama yakni pada bulan Juni mendatang, diwilayah Kodya Mataram masih terjadi pemadaman listrik diluar gangguan teknis, maka PLN wilayah akan diberikan sanksi yang tegas dari pusat. ” paparnya.
Ia menjelaskan, pada bulan Maret ini PLN mempunyai tambahan daya sebesar 5 mega watt yang dihasilkan dari generator yang diperbaiki oleh PLN. Selanjutnya ada tambahan 3 watt lagi dari mesin genset sewaan yang didatangkan dari Batam. Pada bulan April dan Mei mendatang kembali akan didatangkan genset dengan daya masaing-masing sebesar 10 mega watt. Sehingga pada bulan Mei mendatang, jumlah total tambahan daya dari PLN sebesar 28 mega watt.
Sementara itu Sekretrais Komisi III DPRD NTB Suharto, ST MM mengatakan, PLN harus mengecek terlebih dahulu sebelum genset itu disewa dari luar daerah, sehingga genset yang ditangkan ke Lombok adalah barang yang berkualitas. PLN diminta tidak menyewa genset dengan harga yang murah namun tidak optimal. Yang paling baik adalah genset tersebut bagus dan mempunyai harga sewa yang optimal pula.(ris)

Comments
Post new comment