Pebalap Asal Jogjakarta Sandang The Best Indonesia Rider
Sumbawa (Global FM Lombok)-
Kurniawan, pebalap asal Jogjakarta yang tergabung dalam tim WSP Jogjakarta berhasil menyandang pebelap terbaik nasional (The Best Indonesia Rider) pada etape ketiga di Sumbawa Besar, Kamis (15/12). Mereka di lepas Wakil Bupati Sumbawa Barat (KSB), Mala Rahman, di garis start pelabuhan Poto Tano, Taliwang dan berakhir di Kabupaten Sumbawa. Para pebalap disambut Wakil Gubernur (Wagub) H. Badrul Munir, Bupati Sumbawa, Jamaluddin Malik, dan beberapa pejabat lainnya.
Pada etape ketiga tersebut, dua pebalap asal Jogjakarta pada tim WSP Jogjakarta berhasil meraih juara pertama dan kedua. Mereka masing-masing, Rhamadani dengan catatan waktu 3 jam 39 menit 21 detik dan Didit Purwanto. Juara pertama mendapatkan hadiah 600 dollar amerika dan juara kedua 400 dollar amerika. Posisi ketiga diraih pebalap asal Ady Jukard dari tim Cikeas Cycling dengan catatan waktu 3 jam 39 menit dan 21 detik dan mendapatkan hadiah 200 dollar amerika.
Ketua Panitia Tour De Lombok Sumbawa (TDLS) 2011, H. Ridwan Syah, mengatakan, rute etape ketiga ini merupakan yang terpanjang dan sulit bagi para pebalap. Dimana, 90 pebalap nasional dan mancanegara menempuh jarak sejauh 150 kilometer dengan beberapa tanjakan. Sementara, pada etape pertama dan kedua di pulau Lombok menempuh jarak masing-masing 123 kilometer dan 125 kilometer.
“ Rute-rute tersebut menampilkan alam dan obyek-obyek wisata NTB. Tahun 2012 mendatang, event ini dapat tercatat pada event tetap balap sepeda internasional. Tahun depan juga kami berencana akan merubah dan menambah jarak rute, yakni dari kabupaten Bima sebagai daerah paling timur ke Kota Mataram sebagai daerah paling barat NTB. Tentunya akan dilakukan secara bertahap, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki jalan,” paparnya.
Pebalap sepeda asal Australia yang tergabung dalam tim V Cool MS Motor, Alex Malone, berhasil meraih juara umum individu mengatakan, rute balap stage ketiga sangat menantang dan sulit. Terlebih, dirinya mendapat perlawanan cukup kuat dari tim lawan. Kendati demikian, ia terus berusaha dan berhasil menaklukkan rute dan lawan.
“ Rute balap dari stage 1-3 luar biasa, saya sangat kesulitan, karena saya cenderung di lintasan yang datar. Lintasannya sangat menantang dan terjal. Tapi saya senang tinggal di Lombok dan Sumbawa. Saya akan ikut lagi pada TDLS tahun depan,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan pebalap Australia pada tim Eddy Hollands Bicycle (EDH), Sam Smith. Ia menuturkan, rute cukup sulit dan melelahkan. Tapi keindahan alam pulau Lombok dan Sumbawa membawa kesan tersendiri. “ Saya berencana akan pergi berlibur ke Lombok dan Sumbawa. Saya akan sebarkan keindahan Lombok dan Sumbawa kepada teman-teman saya. Tahun depan saya juga akan ikut ajang ini,” paparnya. (ozi)

Comments
Post new comment