Skip to Content

Pelaku Penyerbuan Polsek Sekotong Belum Ditetapkan Tersangka

Gerung (Global FM Lombok) -
 
Dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan, hingga saat ini aparat kepolisian belum menetapkan tersangka atas kasus dugaan perusakan kantor Polsek Sekotong dan pembunuhan dua oknum perampok yang telah mendekam didalam sel tahanan polsek Sekotong, kabupaten Lombok Barat. Dalam insiden penyerbuan kantor Polsek Sekotong pada tanggal 28 januari 2010 lalu yang menyebabkan dua orang tersangka perampok yang telah ditahan didalam sel tahanan tewas oleh amukan massa yang emosi setelah mengetahui dua pelaku perampok dimasukkan sel tahanan Polsek Sekotong.

 
” Hasil pengembangan terakhir kasus penyerbuan kantor mapolsek Sekotong masih dalam proses penyelidikan, kendati hingga saat ini pihaknya masih belum bisa menentukan siapa tersangka dalam kasus tersebut. Sejauh ini tambahnya, tim penyidik kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan orang saksi termasuk diantaranya belasan anggota polisi yang pada saat kejadian sedang bertugas di TKP. ” kata Kapolsek Sekotong, AKP Fauzan Wadi, yang didampingi Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP I Made Baduarsa, kepada Global FM Lombok, dikantor Mapolsek Sekotong, kamis (11/3).
 
Dikesempatan yang sama, Kapolres Lombok Barat, melalui Kasat Reksrim, AKP I Made Baduarsa, kepada Global FM Lombok, mengungkapkan, pihaknya telah mengindikasikan sedikitnya empat orang yang akan ditentukan sebagai tersangka. Namun, Baduarsa tidak bisa menentukan sampai kapan pihaknya baru bisa menentukan siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, tim penyidik bersifat independent dan tidak boleh menargetkan hasil dari suatu penyelidikan. Tim penyidik menurutnya, hanya bertanggung jawab terhadap atasan.
 
Pasca insiden penyerbuan kantor Mapolsek Sekotong, oleh warga Kedaro, Sekotong, Lombok barat, pada tanggal 28 januari 2010 lalu, membuat aparat Kepolisian berusaha memperbaiki diri dengan melakukan pembenahan. Pasalnya, tindakan anarkis warga sehingga menyebabkan dua oknum perampok yang telah berada dalam tahanan polisi menjadi tewas, yakni akibat kurangnya kesadaran hukum masyarakat. Selain itu, kondisi wilayah serta pemahaman masyarakat yang masih kurang sehingga menyebabkan masyarakat cenderung bertindak diluar batas kewajaran.
 
Fauzan mengutarakan, saat ini pihaknya berusaha melakukan pendekatan kepada masyarakat serta memberikan pemahaman agar tidak lagi bertindak anarkis. Disamping pelayanan tetap diberikan kepada masyarakat, dikatakan Fauzan, Bhabinkamtibmas juga semakin intensif melakukan pemantauan ke desa-desa. Selain itu, kegiatan patroli juga tetap dilakukan. Komunikasi dengan warga juga semakin sering dilakukan dengan memberikan penyuluhan serta himbauan-himbauan kepada masyarakat setempat. Pendekatan terhadap tokoh agama dan tokoh adat warga setempat juga dilakukan. Tindakan-tindakan semacam itu lanjutnya, akan terus menerus dilakukan.
 
Menurut Fauzan, dengan kegiatan-kegiatan seperti itu kepercayaan masyarakat terhadap Polisi akan pulih kembali bahkan akan semakin meningkat. Terbukti dari antusias warga dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Polisi. Fauzan mencontohkan, saat ini warga sudah mulai mengaktifkan kegiatan ronda malam dengan kesadaran sendiri. Pendekatan-pendekatan yang dilakukan tambahnya, juga ikut di dukung oleh Polres Lombok Barat yang juga ikut berperan aktif memberikan pemahaman terhadap masyarakat. Kondisi masyarakat Sekotong saat ini juga menurut Fauzan sudah dalam keadaan kondusif.
 
Seperti informasi sebelumnya, kasus penyerbuan kantor Mapolsek Sekotong beberapa bulan lalu dipicu oleh emosi warga desa Kedaro Sekotong, Lombok barat, setelah mengetahui bahwa dua orang pelaku perampokan yang juga diduga melakukan pemerkosaan telah ditahan disel tahanan polsek setempat. Sekitar seribu warga yang sebagian diantaranya membawa senjata tajam berusaha merangsek masuk kedalam kantor Mapolsek untuk menghakimi para perampok. Puluhan anggota Polisi yang berjaga-jaga tidak mampu menghalau warga yang terbakar emosi. Hingga akhirnya, dua orang perampok yang telah ditahan akhirnya tewas setelah dianiaya massa yang beringas. (Lan)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Hadapi Pemilu, PAN NTB Konsolidasi Total

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPD PAN NTB sedang melakukan sebuah konsolidasi total dari tingkat daerah hingga tingkat masyarakat terkecil yakni RT. Pihaknya akan melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) ditingkat kecamatan hingga Muswarah Ranting (Musran) ditingkat desa, pembentukan rayon ditingkat dusun serta sub rayon ditingkat RT.

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.