Skip to Content

Pelayanan PLN Buruk, Jangan Kambinghitamkan Kontraktor

Mataram (Global FM Lombok) -
 
Ketua Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonseia (Gapensi) Lombok Barat (Lobar) H Muzihir menolak pendapat komisi III DPRD NTB yang megatakan buruknya pelayanan PLN di NTB akibat dari kinerja kontraktor yang tidak profesional. Pihaknya tetap menilai seringnya dilakukan pemadaman bergilir beberapa bulan terahir akibat dari buruknya pelayanan PLN kepada para pelanggan.

 
” PLN telah menunjuk kontraktor sebagai mitra kerjanya dalam menyediakan mesin sewa diesel yang didatangkan dari luar daerah. Jika kontraktor dinilai tidak profesional maka tanggung jawab pelayanan listrik kepada konsumen tetap sepenuhnya berada di pundak PLN. Kontraktor tidak dalam posisi yang dipersalahkan karena pihak PLN yang telah memilihnya menjadi rekanan dalam pengerjaan proyek penyediaan mesin. ” kata H Muzihir kepada Global FM Lombok di Mataram Kamis (20/5).
 
Anggota DPRD NTB yang duduk di komisi I ini mengakui, memang ada kontraktor yang menjadi mitra kerja PLN dalam penyediaan mesin diesel telah lalai dalam mengerjakan tugasnya. Namun PLN bisa memutus kontrak kontraktor bersangkutan ditengah jalan sebab hal itu menjadi kewenangan dari PLN. Ia yakin prosesnya tidak akan lama untuk mengganti rekanan yang tidak profesional tersebut, asalkan untuk kemaslahan masyarakat.
 
Sementara itu komisi III DPRD NTB yang sebelumnya terkesan membela PLN NTB malah suara di internal komisi tidak seragam. Anggota komisi III H Adnan Kasogi justru membenarkan pernyataan Muzihir. Ia mengatakan, dewan jangan menyalahkan kontraktor jika kinerja PLN saat ini sangat buruk, pihak PLN tetap bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumennya.
 
Persoalan kelistrikan di NTB telah menjadi titik perhatian pemerintah yang paling penting saat ini. Wakil Ketua DPRD NTB Drs H.L Moh Syamsir SH meminta agar PLN NTB tidak mengeluarkan janjinya kepada masyarakat jika tidak mampu ditepati terutama masalah penghentian pemadaman bergilir. Masyarakat yang menjadi konsumen juga diminta agar tidak anarkis untuk menghindari munculnya aksi lain yang lebih menghawatirkan.
 
H.L Moh Syamsir menjelaskan, masalah devisit listrik telah menyita perhatian masyarakat NTB karena banyak yang dirugikan dengan kondisi seperti ini. Perbedaan pendapat terkait siapa yang paling bertanggung jawab dalam persoalan ini sudah muncul kepermukaan. Agar daerah ini tetap kondusif, ia meminta kepada semua pihak agar tidak memberikan pernyataan yang dapat memancing emosi masyarakat. Bagi kontraktor mitra PLN yang dinilai nakal sebaiknya di blacklist agar tidak turut memperkeruh suasana di NTB.
 
Politisi asal PBB ini mengharapkan agar jajaran PLN NTB memiliki semangat yang tinggi untuk segera mengatasi devisit daya di NTB yang sudah mencapai 40 Mega Watt (MW) ini. Pihak PLN diminta untuk tidak main-main dalam persoalan ini sebab keadaan sekarang dianggap sebagai titik nadir atau puncak kebosanan masyarakat dengan pelayanan PLN.
 
Menurutnya masyarakat membutuhkan informasi yang detail soal kondisi PLN NTB. Mulai dari jumlah mesin yang aktif atau tidak aktif serta informasi soal jadwal pemadaman bergilir disetiap wilayah. Sebab emosi masyarakat menjadi tidak terkendali karena pemadaman dilakukan diluar jadwal yang semua. Selanjutnya mengenai target optimalisasi listrik pada bulan Juli mendatang agar ditepati dengan baik. Jika janji itu dilanggar, reakasi dari masyarakat akan semakin besar.(ris)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.