Skip to Content

Pembayaran Tunjangan 22 Gudacil Dompu Sudah Tak Miliki Dasar Hukum

Mataram (Global FM Lombok)-
 
Setidaknya 22 orang guru daerah terpencil (gudacil) di Kabupaten Dompu tidak lagi diakomodir oleh pemda setempat. Artinya mereka tidak lagi memperoleh tunjangan guru terpencil karena sekolah tempat mereka mengajar sudah dianggap tidak terpencil lagi. Akibatnya, mereka sering berunjuk rasa guna menuntut hak-hak yang mereka miliki sesuai dengan aturan.

 
Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu Mohammad Aleksander kepada Global FM Lombok usai melaksanakan rapat dengar pendapat dengan anggota komisi IV DPRD NTB dikantor DPRD NTB Jumat (03/02) mengatakan, polemik gudacil di Dompu mulai mencuat ketika Pemerintah Pusat memiliki kelebihan dana tahun 2011 sehingga muncul kesempatan untuk membayar diluar pagu gudacil yang berjumlah 135 orang, dimana Pemerintah Pusat saat itu membayar gudacil sebanyak 190 orang.
 
Surat Keputusan (SK) yang kemudian dikelurakan oleh Kementrian Diknas menyebutkan nama-nama yang tidak diusulkan oleh Pemkab Dompu sesuai dengan SK Bupati No 144 tanggal 21 Mei 2011. Kementrian Diknas mengambil database milik Pemkab Dompu tahun 2010 sehingga di database tersebut muncul nama yang sudah pensiun, pindah tugas, meninggal dunia serta ada yang sudah mengajar di tempat yang tidak terpencil lagi.
 
Terhadap guru yang sudah tidak terpencil lagi diambil sebuah kebijakan melalui SK Bupati No 144 tanggal 1 Mei 2011. Dimana sebanyak 22 guru dinyatakan sudah tidak termasuk dalam kategori gudacil sejak bulan Juni 2011. Jika Pemkab Dompu dipaksa membayarkan tunjangan satu tahun penuh ditahun 2011, maka akan menjadi temuan pihak inspektorat karena tidak memiliki dasar hukum. (ris)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.