Pemkot Mataram Sayangkan Bangkai Ayam Dibuang ke Kali
Mataram (Global FM Lombok)-
Kepala bidang Peternakan pada Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Mataram drh. Dian Riatmoko menyayangkan sikap warga, yang membuang bangkai unggas yang mati mendadak diduga terserang flu burung ke kali dan tempat sampah. Karena, cara itu semakin membuka peluang virus yang menyerang ayam akan berpindah pada media lain. Seharusnya, cara pemusnahan ayam yang mati mendadak adalah dengan membakar atau mengubur dalam tanah.
“ Kalau bangkai ayam yang diduga terserang flu burung dibuang ke kali, tentu virus tersebut akan menyebar ke air. Dikhawatirkan, kalau air kali itu dipakai warga untuk kebutuhan sehari-hari atau diminum hewan lain seperti bebek atau kucing,” kata drh. Dian Riatmoko saat rapat koordinasi flu burung, di ruang kenari Senin (17/10).
Dian menjelaskan, Tentu, virus flu burung akan menyebar ke tubuh manusia dan hewan lain yang mengkonsumsi air, yang telah terkontaminasi virus mematikan tersebut. Ia mencontohkan, saat petugas akan mengambil sampel ayam mati mendadak di pasar Panglima. Dimana, pemilik ayam mengaku kalau ayam yang mati mendadak telah dibuang ke kali dan ada juga yang buang ke bak sampah. Begitu juga, dengan beberapa lokasi yang ditemukan ayam mati secara mendadak.
Dalam kesempatan itu, Dian mengaku, kalau pihaknya telah mengirim sampel ayam yang mati mendadak, untuk diuji di laboratorium kesehatan di Denpasar. Meski hasil uji baru diketahui pada Kamis depan, akan tetapi pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah merebaknya penyakit flu burung pada unggas. Diantaranya, dengan memberi vaksinasi marek’s disease (MD) dan penyemprotan disinfektan. Namun untuk vaksin MD ini, sedikit ada masalah yakni terbatasnya anggaran pengadaan vaksin.
Terkait itu, Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh pun meminta agar ditambah anggaran pengadaan vaksin MD. Sehingga, Kota Mataram bisa mengantisipasi kalau sewaktu-waktu virus flu burung merebak luas. (ady)

Comments
Post new comment