Pemprov Cairkan Bantuan, Penguatan Modal Usaha
Mataram (Global FM Lombok)-
Sebanyak 20 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang bergerak di berbagai jenis usaha, memperoleh suntikan dana perkuatan dari Pemerintah Provinsi NTB. Ke-20 kelompok tersebut menyelesaikan administrasi pencairan dana pada Senin (12/9) lalu di Dinas Koperasi dan UMKM NTB.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Ir. H. Moh. Rusdi, MM., kepada wartawan usai memberikan bantuan menyampaikan, bantuan tersebut bersumber dari APBD Provinsi NTB. Ke-20 kelompok tersebut dipilih sebagai penerima setelah melalui verifikasi, termasuk pula mendapat rekomendasi pemerintah kabupaten/kota.
“Kelompok tidak menerima dana dalam bentuk uang tunai, tetapi dananya dicairkan langsung ke rekening kelompok. Karena anggarannya sendiri adanya di Biro Keuangan, dan mekanisme pencairannya mengacu pada Pergub 27 tahun 2008 tentang dukungan dana perkuatan kepada Koperasi dan UMKM,” terang Rusdi.
Ia menyebutkan, masing-masing kelompok memperoleh anggaran sebesar Rp 20 juta. Dana perkuatan tersebut merupakan dana bergulir yang harus dikembalikan. Sebagaimana Pergub, tiap kelompok harus mengembalikan dengan ketentuan yang diatur.
Antara lain meliputi suku bunga per tahun sebesar 6 persen. Periode pengembaliannya dirinci, tahun pertama sampai tahun ke tiga berupa pengembalian pokok ditambah bunga. Sedangkan pada tahun ke empat dan tahun ke lima, pengembaliannya hanya pokok saja.
Menurut Rusdi, langkah taktis Pemprov dalam menyalurkan bantuan ini tidak lepas dari eksistensi kelompok bersangkutan. Rata-rata kelompok telah menjalankan usahanya sebelumnya, misalnya KUB Pade Geger, Rumbuk, Lotim, telah berjalan sejak 2009
“Kelompok yang kita bantu ini adalah kelompok yang sudah jalan, punya anggota minimal 10 orang. Kelompok ini merupakan kelompok pra koperasi sekaligus merupakan embrio calon pengusaha baru, karena setiap anggota ada usahanya,” tandas Rusdi.
Terpisah, penerima bantuan Ketua KUB Pade Geger, Hasniah, kepada Suara NTB mengakui, bantuan tersebut sangat berarti bagi kelompoknya. Dua tahun – sejak 2009 menjalankan usahanya, pihaknya hanya mampu mengumpulkan modal hanya Rp 11,1 juta hingga saat ini. Dana tersebut bersumber dari simpanan wajib setiap bulan sebesar Rp 5 ribu, dan simpanan pokok sebesar Rp 250 ribu per anggota di bulan pertama.
Hasniah mengatakan, modal tersebut akan dipinjamkan kepada 30 orang anggota dengan besaran bervariasi menurut skala usahanya. Kebetulan pula, kelompok Hasniah, kesemuanya perempuan. Dari mereka ada yang merupakan single parent karena status janda, berstatus suami namun kurang mampu, dan ada pula yang masih lajang.
“Terus terang kami masih kesulitan sumber dana. Sebelumnya saya memang tidak pernah mengajukan ke bank, karena timang-timang dulu dengan besarnya bunga. Dapat dari Diskop dan UMKM NTB, kami sangat berterima kasih, karena sebelumnya, saya selaku Ketua asal masukkan proposal saja, dan alhamdulillah diterima,” tutur Husniah karena sebelumnya proposalnya ditepis Disperindag NTB. (ozie)

Comments
Post new comment