Peningkatan SDM Koperasi dan UMKM NTB Jadi Prioritas 2012
Mataram (Global FM Lombok)-
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) NTB, H. M. Rusdi, mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus koperasi dan UMKM NTB agar lebih professional mengelola kegiatannya. Hal itu sesuai dengan program kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dalam mengembangkan koperasi dan memberdayakan pelaku UMKM.
“ Pengembangan SDM Kopeasi dan UMKM akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan menyerap tenaga sebanyak-banyaknya, sehingga angka pengangguran bisa ditekan. Terlebih, kami memiliki program 2 ribu koperasi berkualitas hingga tahun 2013 mendatang,” kata H. M. Rusdi, kepada wartawan, di kantornya, Senin, (9/1).
Rusdi menyebutkan, dana dekonsentrasi untuk fungsi pendidikan pada 2012 naik Rp 1,5 miliar atau 436,11 persen dibandingkan tahun 2011 hanya Rp 360 juta. Sementara, dana pengembangan koperasi dan UMKM pada 2012 mencapai Rp 4,2 miliar atau naik 13,54 persen dibandingkan tahun 2011 senilai Rp 3,7 miliar. Pemprov NTB sendiri mengalokasikan Rp1,9 miliar pada 2012 untuk peningkatan SDM Koperasi.
Kementerian Koperasi dan UMKM lanjut Rusdi, mengalokasikan anggaran yang lebih besar terhadap peningkatan kualitas SDM, karena pengembangan koperasi dan UMKM di NTB menghadapi kendala dari sisi rendahnya kualitas SDM. Beberapa kendala tersebut, seperti kemampuan pemasaran yang terbatas, akses informasi yang rendah dan minimnya kemampuan pelaku koperasi dan UMKM dalam mengakses sumber-sumber permodalan lainnya.
Dana APBD NTB untuk pengembangan koperasi dan UMKM tahun 2012 mencapai Rp 14,788 miliar, naik sebesar Rp 3,276 miliar atau 28,46 persen dibandingkan realisasi pada tahun anggaran 2011 yang mencapai Rp 11,511 miliar. Jika digabungkan antara dana APBN dengan APBD, maka alokasi anggaran pemerintah untuk pengembangan koperasi dan UMKM di NTB tahun anggaran 2012 mencapai Rp 20,931 miliar, atau naik 34,33 persen dibandingkan tahun anggaran 2011 senilai Rp 15,582 miliar. (ozi)

Comments
Post new comment