Skip to Content

Penjualan Beras Antar Pulau Dituding Picu Mahalnya Harga Beras di NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Harga beras yang terus melambung di dalam daerah beberapa bulan terahir dituding dipicu oleh penjualan beras antar pulau. Beras memang masuk dalam kategori komoditi yang bebas diperjual belikan sesuai dengan aturan Kementrian Perdagangan. Karena itu perlu ada regulasi berupa peraturan gubernur atau peraturan daerah yang mengatur tata niaga beras untuk mengontrol stok serta harga beras didalam daerah.

 
Ketua komisi II DPRD NTB H.M Husni Djibril saat melakukan koordinasi dengan Kepala Disperindag dikantor DPRD NTB Rabu (18/01) mengatakan, berdasarkan pengamatannya dilapangan ada indikasi pihak Dolog bermain dengan petani pengusaha yang menjadi mitranya sehingga pendapatan petani dari penjualan gabah  tidak signifikan. Ia percaya bahwa beras di NTB sebenarnya surplus, namun sayangnya akibat dari penjualan beras keluar daerah membuat stok beras dalam daerah menjadi menipis sehingga berimplikasi pada harga beras yang mahal.
 
Sementara itu Sekretaris komisi II Johan Rosihan mengatakan, pemerintah provinsi NTB seharusnya tidak menyerah pada aturan Kementrian Perdagangan terkait dengan status beras yang merupakan barang bebas. Menurutnya, diperlukan aturan untuk memproteksi daerah penghasil beras bahkan ia mengajak pemerintah daerah menemui Menteri Perdagangan untuk memperjuangkan status beras menjadi barang yang tidak bebas diperjual belikan.
 
Sementara itu Kepala Disperindag NTB H Lalu Imam Maliki menjelaskan, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang dijalankan oleh Bulog sebesar Rp 5060 per kg, namun melihat harga pembelian petani yang jauh ditas HPP, Bulog menaikkan HPP menjadi Rp6000 per kg. Dengan demikian, mahalnya beras dipasaran bukan karena kekurangan stok beras, namun diakibatkan oleh HPP. Meskipun harga beras mahal, namun berdasarkan pantauannya dilapangan sebagian petani justru mengaku mengaku untung dengan kondisi seperti ini.
 
Pendapat Disperindag dibantah oleh seluruh anggota komisi II yang hadir dalam pertemuan tersebut. Menurut anggota komisi II Machsun Ridwainny, sesungguhnya sedikit petani yang untung saat mereka panen raya, karena petani akan menjual gabahnya di petani pengusaha atau pemilik heler. Meski demikian, upaya yang telah dilakukan untuk menormalkan harga besar antara lain dengan melakukan operasi pasar secara rutin serta menjalankan program beras miskin. Untuk program beras miskin, beras yang telah disalurkan sebanyak  559 ribu ton lebih di 916 titik desa di seluruh NTB.(ris)-  
 

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.