Peresmian BIL Terancam Molor Hingga Bulan Maret 2011
Praya (Global FM Lombok) –
Ketua Tim Penyelesaian Bandara Internasional Lombok (BIL), Eko Perwadi, mengungkapkan, dari 13 kegiatan pembangunan BIL, 5 kegiatan yang belum selesai 100 persen dikerjakan. Kegiatan pembangunan yang paling berat dikerjakan, yakni Terminal Penumpang yang sudah dikerjakan 85 persen dan ditargetkan selesai pada 10 Desember 2010 mendatang. Hal itu disebabkan, adanya perubahan secara teknis, seperti semula berkapasitas 12 ribu orang menjadi 21 ribu orang, sehingga dilakukan perubahan beberapa item. Empat kegiatan lainnya, ditargetkan bisa diselesaikan pada akhir bulan November 2010 mendatang.
” Pembangunan 5 kegiatan itu juga terkendala kurangnya pendanaan, sehingga harus mengajukan anggaran dulu ke pemegang saham. Paling tidak, 15 persen penyelesaian Terminal Penumpang membutuhkan Rp 21 miliar. Dalam melakukan pengawasan penuh terhadap setiap kegiatan yang sedang dikerjakan, Angkasa Pura (AP) I, melibatkan Universitas Mataram (Unram). ” ungkap Eko Perwadi, saat rapat teknis percepatan pembangunan BIL yang dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Ir. Badrul Munir, MM, di ruang pertemuan BIL, Jum’at (6/8).
AP I lanjut Eko, juga akan melakukan 25 tahapan persiapan, pengalihan dan pengoperasian BIL. Tahapan – tahapan itu akan bisa terselesaikan pada pertengahan desember 2010 mendatang. Dari segi fisik bangunan BIL sudah bisa selesai 100 persen tanggal 17 agustus 2010. Tapi, pengoperasian BIL tanggal 17 agustus 2010 tidak mungkin bisa dilakukan. Sebab, membutuhkan 2-3 bulan lagi untuk mengurus dokumen dan sertifikat operasional BIL. Artinya, BIL bisa dioperasikan atau pesawat mendarat untuk pertama kalinya pada bulan Maret 2011.
Sebuah bandara bisa dioperasikan tegas Eko, apabila telah mengantongi sertifikat operasional dan diajukan 2 x 28 hari atau paling lambat 2 bulan serta seluruh fisik bangunan bandara 100 persen selesai dikerjakan. Dimana, seluruh bangunan dan fasilitas yang telah dikerjakan akan di tes secara detail. Melihat kondisi itu, peresmian pengoperasian BIL oleh Presiden RI, terancam molor hingga bulan Maret 2011. Sebab, tidak mungkin Presiden meresmikan pembangunan fisik bandara tertanggal 17 desember 2010.
Wagub NTB Minta Pembangunan Dipercepat
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM, meminta agar tim penyelesaian Bandara Internasional Lombok (BIL) harus bisa mempercepat pembangunan 5 kegiatan yang belum selesai 100 persen hingga akhir September 2010. Hal itu dilakukan agar dapat diajukan dokumen dan sertifikasi operational BIL, dua bulan sebelum tanggal 17 Desember 2010. Sebab, Presiden RI, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), telah mengagendakan peresmian operational BIL.
” Bahkan, SBY membatalkan beberapa agenda kenegaraan, seperti menghadiri acara Hari Pangan Sedunia bulan oktober 2010 di NTB dan diserahkan ke Wakil Presiden. Keinginan Presiden RI meresmikan operational BIL tanggal 17 Desember 2010 sudah matang dan telah ditindaklanjuti beberapa Menteri terkait. Salah satunya, Menteri Sekretaris Negara (Mensegneg), Sudi Silalahi, yang meminta agar segala kegiatan yang berkaitan dengan BIL dapat dikoordinasikan. Selain itu, tidak saja 6 Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang mendengar rencana Presiden meresmikan BIL, tapi seluruh masyarakat Indonesia melalui pemberitaan media massa dan siaran langsung di televisi nasional. ” tegasnya.
Peresmian operational BIL bulan Desember 2010 tegas Badrul, sudah tidak bisa ditawar – tawar lagi. Artinya, berbagai upaya akan dilakukan agar rencana peresmian itu bisa terwujud. Pemerintah daerah (Pemda) baik provinsi hingga kabupaten akan siap mengirim bala bantuan yang dibutuhkan tim penyelesaian BIL, sehingga fisik bangunan BIL bisa cepat dikerjakan. Termasuk, apabila tim penyelesaian meminta Gubernur dan Wagub NTB dapat bersama – sama meloby anggaran tambahan kepada pemegang saham AP I.
” Bahkan, loby ke beberapa Kementerian juga sanggup dilakukan. Hingga rapat selesai digelar, jalan keluar terhadap masalah percepatan pembangunan BIL belum ditemukan, sehingga diperlukan rapat – rapat susulan. ” tantangnya.
Jalan Akses Menuju BIL Rampung Pertengahan Desember
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTB, Dwi Sugianto, menegaskan, jalan akses menuju Bandara Internasional Lombok (BIL) sepanjang 17,8 kilometer (KM) akan rampung pada pertengahan desember 2010 mendatang. Dari 2 jalan dengan 4 jalur yang direncanakan, pada pertengahan desember 2010 sudah rampung pengerjaan 1 jalan dengan 2 jalur. Saat ini, jalan yang sudah rampung sepanjang 7 km dan sisanya tinggal 11 km. Selain jalan, dibangun juga 4 buah jembatan yang juga bisa diselesaikan pada bulan desember. Artinya, pembangunan akses jalan dan jembatan sudah tidak ada masalah.
Mengutarakan, masih ada kendala terkait dengan proses pembangunan jalan menuju akses BIL, yakni tanah seluas 800 meter dan 750 meter milik warga belum dibebaskan. Hal itu disebabkan, pemilik lahan memasang harga yang tinggi untuk pembebasannya. Terhadap masalah itu, akan segera diselesaikan bersama pemerintah kabupaten Loteng dan pihak terkait lainnya. Selain itu, pihaknya juga sedang mengerjakan drainase BIL sepanjang 2,1 km dan dalam waktu dekat akan rampung pengerjaanya.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, Ridwan Syah, menambahkan, jalan akses menuju BIL memang sudah tidak ada masalah. Selain itu, juga telah diperbaiki run way yang retak pada bahu, termasuk taxi way dan apron sudah selesai 100 persen. Saat ini juga tengah dikerjakan pemasangan pipa dari Pertamina di 7 titik untuk bahan bakar pesawat dan tinggal 2 titik belum rampung. Ridwan juga meminta agar tim penyelesaian BIL dapat mempercepat pengerjaan 5 kegiatan, khususnya Terminal Penumpang. Masalah pengurusan sertifikat operasional BIL, jika memungkinkan bisa dilakukan secara parallel dengan penyelesaian pembangunan fisik.
Asisten III Setda Loteng, H. Nursiah, mengutarakan, areal parkir dan jalan akses menuju BIL yang menjadi tugas Loteng sedang dalam proses. Dalam waktu dekat juga, pembebasan lahan untuk jalan akses BIL akan selesai, sehingga target penyelesaian bulan Desember bisa direalisasikan. Nursiah meminta juga agar masalah tenaga kerja yang akan mengisi BIL dapat diberdayakan masyarakat sekitar BIL. Hal itu agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, termasuk kesenjangan social. (ozi)

Comments
Post new comment