Pergudangan Pertanian Perlu Diperbaiki
Mataram (Global FM Lombok) –
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Mari Elka Pangestu, mengatakan, NTB memiliki banyak potensi besar yang bisa dikembangkan, khususnya bidang Pertambangan, Perikanan, Pertanian dan Pariwisata. Tinggal bagaimana potensi yang besar itu dikelola dengan baik dengan melibatkan investor. Salah satu cara agar potensi yang ada itu dapat mensejahterakan masyarakat, yakni dengan memperbaiki atau merevitalisasi gudang penyimpangan berbagai komoditas unggulan NTB. Dengan adanya gudang yang baik, maka produk pertanian, seperti jagung, kedelai dan beras dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi. ” Selain itu, resi gudang bisa dijadikan petani sebagai agunan bank apabila membutuhkan modal di perbankan. ” kata Mari Elka Pangestu, kepada wartawan seusai rapat koordinasi dengan Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA, beserta jajarannya, di kantor Gubernur NTB, Senin (15/2).
Mari mengungkapkan, potensi NTB yang cukup besar, saat ini belum dikelola secara optimal, sehingga belum bernilai jual tinggi. Dua cara yang bisa dilakukan dalam meningkatkan nilai jual komoditas, yakni pergudangan dan stabilitas harga tetap terjaga. Pergudangan secara nasional, termasuk yang dikelola badan urusan logistic (Bulog) dan pemerintah daerah juga harus diperbaiki dalam jangka 3 tahun kedepan. Belum diketahui secara pasti, berapa jumlah gudang yang akan diperbaki, tapi yang jelas gudang pada tahun 80-an.
Mari memaparkan, pihaknya telah melakukan istimasi atau perkiraan terkait gudang penyimpangan komoditas unggulan yang layak direvitalisasi sejak tahun 2004 silam. Dalam hal ini, tidak saja komoditas pertanian, tetapai komoditas lainnya, seperti perikanan, kelautan, pertambangan dan pariwisata juga harus dikembangkan. Hal itu sesuai dengan penyampaian potensi komoditas unggulan yang dimiliki NTB oleh Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA. Mendag dan Gubernur besarta jajarannya, akan melakukan kunjungan kerja (Kungker) ke sejumlah tempat di Sumbawa, seperti rumput laut. Kunker itu dilakukan dalam upaya mencapai target swasembada gula, beras dan daging secara nasional pada tahun 2014 mendatang. (ozi)

Comments
Post new comment