Perhelatan TAM “ Hipnotis “ Masyarakat Tambora (1)
Dompu (Global FM Lombok) –
Masyarakat Dusun Pancasila Desa Tambora Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu seakan terhipnotis selama dua hari penuh. Dua hari itu seakan memecah keheningan hari yang selama ini telah dilewati masyarakat Tambora selama puluhan, bahkan ratusan tahun. Betapa tidak, kali pertama dalam sepanjang hayat, masyarakat Tambora bisa menikmati pagelaran seni para seniman professional asal Mataram dan Kabupaten Dompu. Tak hanya itu, masyarakat terlibat dalam pagelaran seni dengan semangat 45 yang sebelumnya melalui latihan instant dari para seniman. Terlihat sumringah lebar terpancar dari wajah lugu masyarakat yang biasanya bergulat dengan aktifitas pertanian dan peternakan.
Hari pertama perhelatan Tambora Art Moment (TAM) tanggal 27 Maret 2010, para seniman dari theatrical, pantomime, sastrawan, musisi dan koreografer sibuk mencari “ mangsa “ dari masyarakat sekitar untuk dilatih dasar – dasar berkesenian. Pencarian tidak terlalu lama, karena ternyata si “ mangsa “ dengan rela hati mendatangi para seniman. Bahkan, banyak dari mereka yang kecewa tidak terpilih menjadi “ mangsa “. Kesungguhan, disiplin dan kemauan keras dari para seniman dan masyarakat seakan menyatu. Hanya beberapa jam saja, naskah dan cara memainkan peran, telah mampu dikuasai masyarakat. Tampak wajah bahagia dan puas telah menyelesaikan latihan itu.
Satu demi satu para seniman beraksi dengan masyarakat terpilih yang menjadi pemain pada hari kedua tanggal 28 Maret 2010. Diawali dengan permainan music alternative gitaris personil Permata Band asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), Alex, melibatkan anak siswa SD dan SMP setempat sebagai vokalis. Koser sederhana dengan panggung terbuat dari kayu, pelepah pisang, daun pisang dan rumput itu menjadi lebih hidup dengan tampilnya Musisi Ari Juliant. Beberapa lagu andalan dan lagu bertema Tambora yang dibuat hanya dalam waktu semalam, Ari Juliant dapat mengguncang hati penonton dengan bernyanyi bersama. Konser grilya Ari Juliant ke 5 ini, diberi nama Balada Nusa Gora.
Matahari yang mulai meredup diiringi suara adzan ashar, Musisi Creatif, Plagiamor Trestian, memainkan music dengan alat original dari Tambora, seperti kayu, kaleng, wajan, panci, botol plastic dan batu. Perpaduan memukul alat – alat itu menghasilkan suara yang khas dan diberi nama Voice of Tambora. Hentakan music bertambah sensasi dengan munculnya, Sultan Felix, yang mengeskplorasi tubuhnya sesuai dengan nada music yang dibunyikan. Eksplorasi tubuh itu mengisahkan seorang manusia yang diperbudak karena harta dan kekuasaan, sehingga menyesali dirinya yang sudah tidak punya jati diri. Masyarakat penonton tercegang dengan atraksi tersebut.
Tubuh sudah mulai “ tertusuk “ dengan dinginnya hawa gunung Tambora saat malam telah menghampiri. Sanggar seni Akar Daun dari Mataram mampu menghangati tubuh, dengan pagelaran theatrical dari Sastrawan, Kiki Sulistyo dan Pantomime, Dede Dablo, yang bercerita tentang pesan bumi kepada manusia. Bumi harus dijaga dan dipelihara manusia, sehingga bumi tidak menjadi musuh manusia, karena bencana alam akibat ulah manusia. Perhatian penonton seakan “ dicuri “ kembali dengan theatrical sanggar seni Mada Duli dari Kabupaten Dompu, pimpinan seniman Zulkfili. Theatrical itu mengisahkan proses meletusnya gunung Tambora yang dinilai sebagai letusan terdahsyat di dunia yang menewaskan sedikitnya 95 ribu orang dan mengubur 3 kerajaan di sekitar Tambora.
Secercah harapan terpancar dari wajah masyarakat setempat yang seolah – olah berbisik, jangan sampai ini menjadi moment pertama dan terakhir yang bisa dilihat. Jika moment itu akan datang lagi, segera kabarkan pada kami, agar kami bisa menikmati dan masuk kembali kedalamnya. Moment yang penuh dengan pesan – pesan seni dalam kehidupan manusia. Rangkaian moment itu diabadikan dengan dua orang fotografer dari Lombok Sumbawa Photo Club (LSPC), Quadro Putra Wicaksono dan Sri Harjono. TAM itu juga akan dikisahkan dari tulisan para jurnalis dari media cetak serta elektronik yang ikut dalam acara tersebut. (ozi)

Comments
Post new comment