Pertama Kali, Pebalap Sepeda Internasional Nyasar di Finish
Sumbawa (Global FM Lombok)-
Akibat salah koordinasi dengan panitia pada bagian rute sprint para pebalap sepeda internasional Tour De Lombok Sumbawa (TDLS) nyasar di 20 meter sebelum finish pada etape ketiga. Selain salah koordinasi, jalur finish sebelah kiri kurang steril, karena banyak penonton yang lalu lalang. Pun, tidak ada papan petunjuk atau penutupan jalan di jalur sebelah kanan. Kejadian ini meyebabkan kerugian bagi semua pebalap, kerana harus finish di tempat yang salah.
“ Kami tidak melihat ada pembatas di tikungan terakhir sekitar 50 meter sebelum finis sehingga kami ikut dengan yang lainnya yang sudah lebih dulu nyasar. Kejadian ini baru pertama kali terjadi sepanjang pengalaman saya dalam mengikuti balap sepada. Terserah juri saja karena mereka yang menilainya. Saya menyarankan tahun depan supaya panitia lebih mempersiapkan kembali agar tidak terjadi lagi kesalahan seperti ini”, kata Kurniawan pembalap asal Cikeas.
ujarnya.
Hal senada diungkapkan, seorang pembalap asal Australia, Alex Malone dari tim V Cool MS Motor, mengatakan, kejadian ini baru pertama kali dialami, yakni di balap sepeda internasional Tour de Lombok Sumbawa (TDLS). Namun kejadian ini dijadikan Alex, sebagai pengalaman menarik dan tahun depan dapat berlomba kembali di NTB. Tentunya, panitia diminta lebih professional dan memperbaiki kesalahan tersebut.
“ Saya merasa sedikit kecewa dengan kejadian itu, namun apa boleh buat karena sudah terjadi. Saya berada di posisi depan pas di tikungan terakhir finish, saya tidak tahu jalurnya. Begitu saya tahu rutenya salah, saya gotong sepeda dan masuk ke rute finish. Biar juri yang nilai. Saya minta ini harus diperhatian agar tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Eko Setiawan, Pebalap Pengprov ISSI Bali. Menurutnya, saat di tikungan, para peserta kebingungan, karena tidak ada tanda pembatas pada jalur tersebut. Begitu juga dengan dirinya dan tim lainnya yang mengikuti pebalap lain memasuki jalur yang salah. “ Kami kebingungan saat di tikungan terakhir kerena tidak ada tanda pembatas pada jalur tersebut sehingga kami mengikuti pebalap yang lainnya,” terangnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Gubrnur NTB (Wagub), H. Badrul Munir menjelaskan, event ini baru pertama kali diselenggarakan di NTB, sehingga dinilai wajar apabila terdapat kekurangan. Kendati demikian, insiden itu akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk pelaksanaan event yang sama di tahun 2012 mendatang. (ozi)

Comments
Bang Alex: Sabar Mas,, Maklum
Bang Alex: Sabar Mas,, Maklum bru prtama kali diadakan jadi lain kali bisa ditingkatkan kembali Pretasi NTB dimata Internasional.
Post new comment