Pertambangan dan Pariwisata Bisa Berjalan Bersamaan
Giri Menang (Global FM Lombok) –
Direktur Produk Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) RI, Achyaruddin, SE, M. Par, menegaskan, anggapan antara sektor pertambangan dengan pariwisata kontradiktif dinilai salah besar. Sebab, sektor pertambangan dan pariwisata bisa berjalan seimbang atau bersamaan. Syaratnya, pertambangan yang dilakukan itu menerapkan konsep yang benar, sehingga bisa menjadi sebuah produk wisata yang baik.
” Sama halnya dengan perkebunan, pertanian dan perminyakan. Potensi itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. ” tegas Achyaruddin, SE, M. Par, ditemani Kadisbudpar NTB, L. Gita Aryadi, M.Si, kepada wartawan, disela acara sosialisasi Kriteria dan Indikator Pariwisata Berwawasan Lingkungan di Hotel Jayakarta, Senggigi Lombok Barat (Lobar), Senin (9/8).
Achyar mengutarakan, sebuah pertambangan minyak yang dinilai berbahaya bagi masyarakat pun, ternyata banyak diminiati wisatawan dengan menerapkan standar ketat saat berkunjung. Apalagi, penambangan emas yang ada di PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) Sumbawa dan Sekotong Lobar. Terlebih, apabila di kawasan itu terdapat program penghijauan atau konservasi lahan. Minat wisatawan saat ini mengalami paradigma menuju wisata pro lingkungan.
Achyar tidak sependapat dengan istilah illegal logging dan illegal fishing, karena istilah itu membentuk image negative pada para wisatawan, yakni Indonesia tidak memiliki program pro lingkungan yang menyebabkan oksigen menipis. Tapi, hendaknya istilah itu ditambahkan dengan kata perang (War), seperti Indonesia War Illegal Logging or Fishing. Sebab, seluruh masyarakat dunia saat ini berjuang agar oksigen di dunia lebih banyak dan bersih. Caranya, program penghijauan dan penanaman kembali pohon di dunia ditingkatkan, khususnya di kawasan wisata.
Lebih jauh Achyar meminta, agar kawasan pariwisata NTB harus segera menerapkan wawasan lingkungan, sebelum terjadi kerusakan pada kawasan pariwisata tersebut. Caranya, pemerintah perlu menyediakan pohon atau bunga yang bisa ditanam di sekitar obyek wisata, termasuk pada Hotel, Restaurant, Art Shop dan lainnya. Selanjutnya, biarkan masyarakat yang merawat, memelihara pohon dan bunga itu.
” Bila perlu, pemerintah memberikan reward and punishment bagi masyarakat yang tidak pro lingkungan dalam sebuah awiq – awiq atau peraturan daerah (Perda). Dengan demikian, baik wisatawan, pelaku wisata dan masyarakat di kawasan pariwisata bisa berwawasan lingkungan. ” tambahnya.
Pariwisata NTB Semakin Pesat
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Drs. L. Gita Aryadi, M.Si, menegaskan, target 700 ribu wisatawan pada tahun 2010 ini optimis dapat dipenuhi, kendati Bandara Internasional Lombok (BIL) belum dioperasikan. Hal itu dilihat dari perkembangan pariwisata NTB yang semakin pesat yang ditandai dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus mengalami peningkatan. Berbagai event juga akan digelar dalam upaya menarik minat wisatawan berkunjung ke NTB, seperti Internasional Lakey Surfing dan Festival Kuda Bima.
Gita mengutarakan, tahun 2010 ini terdapat 11 kegiatan yang akan dilakukan pada acara Festival Lakey menuju Internasional Lakey Surfing tahun 2011 mendatang. Beberapa kegiatan itu, seperti Tour The Lakey, Launching Lagu Sasambo, Temu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se – NTB, Festival Kuliner, Culture Performance, dan lain sebagainya. Pantai Lakey sendiri mendapat perhatian yang cukup tinggi dari pemerintah pusat, karena menjadi salah satu obyek wisata terbaik dunia.
Gita menambahkan, pihaknya juga akan menggelar Festival Kuda Bima yang didalamnya juga terdapat berbagai event, seperti Pacuan Kuda, Kuliner Kuda, Seminar Kuda, Parade Kuda, Pasar Malam serba Kuda dan lainnya. Bahkan, direncanakan, aparat kepolisian di Bima, akan berpatroli menggunakan kuda. Hal itu tentu akan menjadi daya tarik wisatawan, terlebih kuda merupakan ikon para bangsawan dan orang – orang berkelas.
” Selain itu, kami akan memantapkan 2 event besar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, yakni Pertemuan Ahli Rumput Laut Dunia dan Sail Lombok 2012. Acara – acara itu dipastikan akan menyedot banyak wisatawan ke NTB. ” paparnya. (ozi)

Comments
Post new comment