Skip to Content

Petani Banyak Kembalikan Kompor Batubara

Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota fraksi Partai Golkar NTB Bq Indah Puspitasari SE menilai, banyaknya petani yang mengembalikan kompor batu bara kepada pemerintah disebabkan oleh mekanisme serta pengawasan yang tidak koordinatif. Karena itu, pihaknya mengharapkan pemerintah provinsi NTB tetap melakukan pengawasan agar efektifitas kebijakan konversi ini bisa berjalan dengan baik.

 
” Program konversi bahan bakar minyak tanah (mitan) kebahan bakar batu bara untuk pengovenan tembakau dilaksanakan melalui dana distribusi bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT). Program tersebut pada dasarnya bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi petani oven tembakau ditengah kelangkaan mitan terutama saat memasuki musim panen. ” kata Bq Indah Puspitasari kepada Global FM Lombok di Mataram, Jum’at (11/2).
 
Namun dari pantauan fraksinya, banyak dari kompor batu bara yang diberikan pemerintah tersebut tidak dapat digunakan secara teknis, sehingga petani terpaksa mengembalikan kompor tersebut. Dalam hal ini, tidak bijak jika menyalahkan petani temabakau, namun sebenarnya petani lebih mengharapkan peran nyata pemerintah baik dalam hal pembinaan, pengawasan, pemasaran sampai dengan perlindungan hasil panen.
 
Menurutnya, petani tembakau terkesan dilepas begitu saja jika pemerintah tidak melaksanakan pembinaan hingga perlindungan hasil penen kepada para petani. Anggota komisi II DPRD NTB ini mengatakan, kontribusi dari komoditi tembakau cukup signifikan bagi daerah NTB. Karena itu kewajiban pemerintah melalui instansi terkait untuk melakukan desain ulang terhadap distribusi dana DBHCHT ini kedepan.(ris)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.