Skip to Content

PGRI NTB Resmi PTUN-kan Wali Kota Bima

Mataram (Global FM Lombok) –
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, Drs. Ali A Rahim, mengatakan, pihaknya melalui kuasa hukumnya Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI NTB secara resmi telah mengugat Wali Kota Bima, H.M. Nur A Latif, di Pengadilan Tinggi Urusan Negara (PTUN) Mataram. Surat guguatan di PTUN Mataram itu bernomor 05/PUN/2010 tertanggal 15 Februari 2010. Hal itu terkait dengan 3 Surat Keputusan (SK) Mutasi yang dikeluarkan Wali Kota Bima kepada 21 orang guru yang ikut berunjukrasa menuntut tunjangan kesejahteraan tanpa proses prosedural.  

” Mutasi itu dinilai kental dengan muatan politis dan mengabaikan UU No. 30 tahun 1980 tentang Disiplin PNS. Selain itu, bertentangan dengan UUD 1945 pasal 28 ayat 2 yang mengatur tentang kebebasan mengeluarkan pendapat. ” kata Drs. Ali A Rahim, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang kerjanya, Senin (15/2).  
Ali menjelaskan, dalam UU No. 30 tahun 1980 tentang Disiplin PNS, disebutkan, apabila guru kurang disiplin, maka diberikan peringatan lisan sebanyak 3 kali, peringatan tulisan 3 kali dan diberikan pembinaan dari Tim Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) kabupaten/kota setempat. Dari hasil pembinaan itu, barulah seorang guru bisa dijatuhi sangsi, seperti mutasi hingga pemecatan. Tapi, apa yang dilakukan Wali Kota Bima sudah bertentangan dengan UU tersebut, karena secara langsung melakukan mutasi, tanpa prosudural. Hal itu dinilai telah melecehkan profesi guru, sehingga tidak bisa dibiarkan.  
Tim kuasa hukum dari LKBH PGRI NTB sebut Ali, diketuai Edy Kurniadi, SH, ditemani Hijrat Priyatno, SH dan Kleo Patra, SH. Upaya PTUN dilakukan untuk memenuhi rasa keadilan bagi para guru yang terkena mutasi, tanpa mengabaikan siapa yang benar dan salah. Artinya, apakah PGRI atau Wali Kota Bima yang benar akan diketahui dari hasil putusan PTUN nantinya. PGRI berharap agar para guru yang terkena mutasi dapat menjalankan tugasnya sebagai pengajar di tugas semula dalam sebuah putusan sela.

” Dimana, SK Mutasi Wali Kota itu hendaknya tidak berlaku dulu hingga ada keputusan hukum yang jelas dari pengadilan. Hal itu penting agar para guru bisa mengajar seperti biasanya dalam rangka mempersiapkan siswanya yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) bulan maret mendatang. ” harapnya. (ozi)  

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.