PGRI NTB Tolak Penghapusan Dirjen PMPTK
Mataram (Global FM Lombok) –
Kepala Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Drs. Moh. Irfan, MM, mengungkapkan, pihaknya memahami hasil konfrensi kerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB yang menolak penghapusan Direktorat Jenderal (Dirjen) Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK). Sebab, PGRI selama ini melihat banyak kontribusi yang diberikan 33 LPMP di seluruh Indonesia, termasuk LPMP NTB yang merupakan kepanjangantangan PMPTK.
“ Betapa tidak, LPMP sudah bisa memperjuangkan segala kebutuhan guru, seperti pemberdayaan, komptensi dan sertifikasi guru. Terlebih, segala kegiatan peningkatan mutu pendidikan di LPMP tidak menggunakan APBD dan sangat menguntungkan pemerintah daerah (Pemda). “ kata Drs. Moh. Irfan, MM, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang kerjanya, Rabu (10/3).
Irfan mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengomentari adanya rencana penghapusan PMPTK. Sebab, rencana itu sedang dibahas di tingkat kementerian yang ingin melakukan sebuah reformasi birokrasi. Artinya, di tingkat daerah, termasuk NTB akan mengikuti apapun keputusan yang dihasilkan kementerian. LPMP di seluruh Indonesia harus tunduk dan mengawal keputusan tersebut.
“ Pun, saya belum mengetahui apakah surat pengusulan penghapusan PMPTK itu sudah ditangan Presiden dan DPR RI. Intinya LPMP NTB akan menunggu hasil keputusan itu yang rencananya akan diputuskan sekitar bulan mei 2010 mendatang. “ akunya.
Sebelumnya, Ketua PGRI NTB, Drs. Ali A Rahim, mengungkapkan, pihaknya menolak penghapusan Dirjen PMPT di lingkungan kementerian pendidikan nasional. Penolakan itu dihasilkan pada konfrensi kerja PGRI NTB beberapa hari lalu yang menilai pembubaran PMPT sama artinya mengkerdilkan keberadaan lembaga khusus yang menangani masalah guru dan tenaga kependidikan.
“ Seharusnya, lembaga itu dapat ditingkatkan, bukan dilikuidasi atau diturunkan statusnya. Terlebih, semangat UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen sesungguhnya mengharapkan adanya lembaga representative yang professional, focus dan spesialis melakukan pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan guru. “ tegasnya. (ozi)

Comments
Post new comment