PKL Jagung Menjamur di Dompu
Dompu (Global FM Lombok)-
Hampir di sepanjang jalan dari Kabupaten Sumbawa Barat menuju ke Kabupaten Dompu dan dari Dompu ke Kabupaten Bima terlihat banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan jagung rebus dan bakar. Para PKL mendirikan lapak-lapak dagangan secara berkelompok di pinggir-pinggir jalan yang dinilai strategis untuk peristirahatan. Maklum, banyak masyarakat Sumbawa, Dompu dan Bima yang melakukan perjalanan menggunakan bus malam atau mobil pribadinya.
“ Saya sudah berjualan sejak tahun 2009 lalu. Di sini, jagung banyak ditanam. Saya juga memiliki lahan 1 hektar lebih yang ditanami jagung. Selain di jual ke pengadah, saya menjualnya sendiri. Harga jagung bervariasi Rp 1000-Rp3000 per batang, tergantung besarnya. Banyak penumpang di bus malam atau mobil pribadi yang beli jagung,” kata salah seorang PKL Jagung, Abu Bakar, di Dompu, Sabtu (21/1).
Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin, mengatakan, penanaman komoditas jagung telah menjadi program unggulan Kabupaten Dompu. Hal itu didasari dengan telah suksesnya program penanaman jagung seluas 14 ribu hektar di tahun 2010 dan pada tahun 2011 – 2012 ditargetkan mencapai 30 ribu hektar. Hal itu sangat tergantung dari antusiasme masyarakat untuk menggunakan lahannya, khususnya yang belum digarap optimal, bahkan terlantar.
“ Kami menuangkan jagung ke dalam RPJMD Dompu untuk meningkatkan pendapatan petani. Jagung merupakan salah satu komoditi dari program Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, yakni Sapi, Rumput Laut dan Jagung (PIJAR). Kami mendapat bantuan benih dari APBN seluas 13 ribu hektar, APBD NTB 2,500 hektar dan APBD Dompu 1.000 hektar,” paparnya.
Pada penen jagung 3 bulan ke depan lanjut Bambang, akan melakukan upaya menstabilkan harga jagung dan menjaminnya tidak turun. Di mana, Perusahaan Daerah (Perusda) Kopoda Rawi Dompu telah bekerjasama dengan PT. iPasar Indonesia untuk mestabilkan harga jagung pada saat panen raya. Jatuhnya harga jagung dikhawatirkan akan membuat masyarakat tidak percaya lagi untuk menanam jagung, karena merugi. (ozi)

Comments
Post new comment