Program PIJAR Diarahkan untuk Daerah yang Potensial
Mataram (Global FM Lombok)-
Program sapi, jagung dan rumput laut (PIJAR) yang didesain menjadi program unggulan pemprov NTB memang tidak diarahkan secara optimal ke seluruh kabupaten kota di NTB. Pemprov NTB tidak memaksakan kabupaten kota melaksanakan program tersebut ketika wilayahnya tidak mendukung untuk pengembangan produk.
“ Kami akan memaksimalkan pengembangan program PIJAR kepada daerah yang potensial untuk dilakukan pengembangan produk. Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban pemrov NTB terhadap komentar Bappeda Kota Mataram yang menilai program PIJAR di kota Mataram minim dukungan dari pemerintah provinsi. “ kata Asissten II ( Bidang Ekonomi dan Pembangunan) Setda NTB H.M Nur Asikin Amin kepada Global FM Lombok di Mataram, Selasa (10/5).
Menurut Nur Asikin, pengembangan program PIJAR memang disesuaikan dengan potensi yang dimiliki setiap kabupaten kota. Jika diwilayah perkotaan dengan luas lahan pertanian dan peternakan yang kian menyempit serta luas kawasan laut yang sangat minim, maka program pengembangan PIJAR diwilayah tersebut bukan prioritas.
Pihkanya sudah melaksanakan rapat evaluasi dengan sejumlah SKPD terkait seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian dan Holtikultura serta Dinas Peternakan provinsi NTB. Provinsi NTB mendesain program PIJAR agar mampu berproduksi dengan maksimal sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Namun tidak sampai disana, industri kecil akan diarahkan untuk membangkitkan sector usaha yang sesuai dengan potensi daerahnya, sehingga produksi yang melimpah bisa disalurkan lewat pengolahan industri yang dikelola masyarakat.(ris)

Comments
Sesui RPJMD Provinsi NTB
Sesui RPJMD Provinsi NTB 2009-2013 Program unggulan Sapi,Jagung dan Rumput laut (PIJAR), dan khusus Rumput laut memang dikembangkan pada Kabupaten/Kota yang memiliki dukungan sumberdaya alam yang sangat potensial (sentra-sentra produksi) untuk dikembangkan dengan target sasaran pembangunan sbb: 1).Pertumbuhan Ekonomi Daerah. 2).Peluang usaha dan lapangan kerja. 3). Pengentasan kemiskinan.
Adapun program kegiatan pengembangan rumput laut yang telah ditetapkan adalah 10 ( Sepuluh ) Kawasan Minapolitan rumput laut yang terdapat pada Kawasan sbb : 1.Pengantap Lombok Barat, 2.Gerupuk dan 3.Mertak Lombok Tengah, 4.Teluk Ekas, dan 5. Serewe Lombok Timur, 6. Kertasri KSB,7.Lb.Mapin, dan 8.Lb.Aji Tarano Sumbawa, 9.Kwangko Dompu, dan 10. Waworada Bima. Sehingga dalam kurung waktu selama 5 tahun diharapkan adanya pencapaian peningkatan yang sesuai dengan 3 pilar target sasaran pembangunan tersebut diatas.(fin)
Post new comment