PSM di Sekolah Harus Dapat Ditingkatkan
Mataram (Global FM Lombok) –
Anggota Tim Pengembangan Management Berbasis Sekolah (MBS) NTB, Drs. H. Na’im, mengatakan, Peran Serta Masyarakat (PSM) di sekolah harus dapat ditingkatkan. Sebab, saat ini PSM di sekolah masih minim dengan penilaian B (Baik), dibanding Managemen Sekolah dan Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (Pakem) dengan nilai A (Sangat Baik).
” Dimana, sekolah yang menerapkan MBS di Lombok Barat (Lobar) dan Lombok Tengah (Loteng) mendapat nilai 68 atau B, Lombok Timur (Lotim) 61 atau B, Bima 72 atau B dan hanya Sumbawa memiliki nilai sangat bagus 79 atau A. Jika sekolah MBS masih minim, maka bisa dipastikan sekolah non MBS akan lebih minim lagi nilainya. ” sebut Drs. H. Na’im, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang kerjanya, Sabtu (27/2).
Na’im mengungkapkan, sekolah tidak hanya milik pemerintah, tapi menjadi milik semua pihak, termasuk masyarakat. Artinya, segala kegiatan sekolah perlu ada keterlibatan dari komite sekolah dan masyarakat yang sesuai dengan aturan. Dimana, komite sekolah dan masyarakat bisa memantau dan mengawasi kegitan sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan siswa. Para tokoh agama (Toma), Tokoh Masyarakat (Toma) juga bisa menyumbangkan pikiran dan tenaganya dalam mendukung, membina dan mengembangkan pendidikan di sekolah setempat.
PSM lanjut Na’im, akan bisa diwujudkan apabila komite sekolah, toga, toma dan masyarakat dapat diberikan pemahaman dan pelatihan tentang peran apa yang bisa dilakukan di sekolah. Dimana, mereka dapat memelihara apa yang sudah dibina dan dikembangkan sekolah dan Unicef, sehingga ada rasa memiliki. Bila dibutuhkan juga, beberapa orang dari masyarakat sekitar bisa membantu sekolah menjadi seorang guru pengajar, apabila pihak sekolah kekurangan guru. Dengan demikian, antara pihak sekolah dan masyarakat sekitar terjalin hubungan yang harmonis dan saling membutuhkan. Evaluasi juga harus tetap dilakukan agar PSM dapat terus ditingkatkan.
Komite sekolah lanjut Na’im, hendaknya dapat lebih berperan dan menjalankan fungsinya dengan baik. Sebab, ada penilaian negative yang muncul di tengah masyarakat akan keberadaan komite sekolah, khususnya berkaitan dengan pungutan – pungutan di sekolah. Jika sekolah itu sudah tergolong mampu, hendaknya tidak menarik pungutan kepada siswa miskin. Disitulah salah satu peran komite sekolah untuk mengingatkan pihak sekolah atas kebijakan – kebijakan yang dinilai kurang baik. Tapi, apabila kebijakan itu untuk kepentingan baik, hendaknya dapat didukung komite sekolah. (ozi)

Comments
Post new comment