Puasa, Jangan Terjerat Sikap Konsumerisme
Mataram (Global FM Lombok)-
Bulan Ramadhan merupakan sebuah moment yang sangat baik untuk mengevaluasi diri serta mengasah kepekaan social. Selama satu bulan, banyak dampak positif yang diajarkan lewat berpuasa. Namun terkadang, umat Muslim banyak yang terjerat oleh sikap konsumerisme atau berlebihan dalam mempersiapkan materi dan makanan selama Ramadhan.
“ Jika persiapan makanan yang melimpah sebagai sebuah refleksi kebahagiaan dengan datangnya bulan puasa, hal itu tidak menjadi masalah. Namun jika sikap tersebut sudah melewati batas serta berpotensi menghilangkan esensi Ramadhan itu sendiri, maka tidak diperbolehkan dalam agama,” kata fungsionaris DPW PKS NTB H Patompo Adnan kepada Global FM Lombok di Mataram Selasa (2/8).
Sebagai seoarang dai yang sering memberikan ceramah kepada masyarakat di Lombok, Patompo mengkritisi beberapa ibadah yang terkesan hanya mementingkan kuantitas daripada kualitas. Ia mencontohkan, pelaksanaan shalat sunat Tarawih sering dilaksanakan dengan kecepatan yang maksimal sehingga mengabaikan kualitas bacaan dalam Tarawih tersebut. Padahal dalam tuntutan agama, shalat harus dilaksanakan dengan penuh kehusyuan serta memperhatikan tartil dan tajwid bacaan Alquran.
Selain itu, ketua Komisi IV DPRD NTB ini melihat kecenderungan umat Muslim yang mengabaikan ibadah terutama sepuluh terahir dibulan Ramadhan. Pasalnya masyarakat banyak yang disibukkan dengan persiapan lebaran seperti makanan, pakaian dan lain sebagainya. Jika hal tersebut dilaksanakan secara berlebihan dan meninggalkan esensi ibadah, maka masyarakat sudah terjerat dengan pola konsumerisme yang notabene tidak baik menurut Syariah.(ris)

Comments
Post new comment