Ratusan Hektar Lahan Padi Terancam Rusak
Mataram (Global FM Lombok)-
Musim penghujan di wilayah Indonesia, khususnya NTB dikhawatirkan dapat merusak tanaman padi yang sudah berbuah. Terlebih, hujan disertai dengan angin kencang membuat tanaman padi yang sudah memasuki masa panen menjadi rebah. Tanaman padi yang terancam rusak adalah tanaman padi yang ditanam di bulan September dan November 2011. Sementara tanaman padi yang baru ditanam tidak terlalu berpengaruh, karena tanamannya masih pendek.
“ Dari ratusan ribu hektar tanaman padi yang terancam rusak hanya ratusan hektar. Itu adalah tanaman padi yang belum di panen. Sebab, tanaman padi tersebut sudah berbuah dan tinggal menunggu masa panen. Sementara padi yang baru ditanam tidak terlalu berpengaruh,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Abdul Ma’ad, kepada wartawan, di Mataram, Sabtu (4/2).
Ma’ad menuturkan, selama sawah petani tidak banjir, maka tanaman padi yang masih pendek tidak akan rusak. Kendati demikian, perlu dikhawatirkan juga adanya serangan penyakit. Di musim penghujan, serangan hama penyakit yang mengancam padi seperti kresek, belas, tunggu dan lainnya. Terlebih, petani hanya menggunakan pupuk urea atau tidak menerapkan kombinasi pupuk. Penggunaan hanya pupuk urea tidak menjamin kekokohan batang padi.
Petani di NTB lanjut Ma’ad sangat dominant menggunakan hanya pupuk urea. Mereka menilai keberhasilan menanam padi jika daunnya hijau dengan menggunakan pupuk urea secara berlebihan. Padahal, daun padi yang hijau itu sangat gampang diserang hama penyakit. Begitu tanaman padi diserang hama, maka tanaman itu akan rusak. Sebelum itu terjadi, maka petani harus bisa menerapkan kombinasi pupuk, sehingga tanaman padi dapat kebal dengan hama penyakit dari akar hingga daun padi. (ozi)

Comments
Post new comment