Ratusan Sopir Taxi Bandara Nginap di Kantor Dishubkominfo NTB
Mataram (Global FM Lombok)-
Sebanyak 150-an sopir taxi Bandara Internasional Lombok (BIL) dari Koperasi Taxi Mataram (Kotama) dan Lombok Baru Taxi mogok 2 hari untuk mengangkut penumpang. Mereka menggelar aksi di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB sejak Kamis (26/1) hingga Jum’at (27/1). Mereka memilih menginap dan tidur di taxinya masing-masing yang diparkir di halaman Dishubkominfo. Aksi menginap tersebut akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Pantuan Reporter Global FM Lombok menyebutkan, saat pegawai Dishubkominfo berdatangan masuk kantor, para sopir taxi Bandara berteriak-teriak dan sesekali berorasi. Sebagian sopir taxi juga mendatangi kantor Gubernur NTB dan memarkir taxinya di sepanjang jalan pejanggik atau depan pintu kantor Gubernur dan Pendopo Gubernur NTB. Di kantor Gubernur, para sopir taxi tidak melakukan orasi, karena hanya ngobrol dengan sesama sopir taxi, aparat sat pol PP, kepolisian dan masyarakat yang kebetulan melintas di jalan tersebut.
Beberapa jam di kantor Gubernur NTB, para sopir taxi kemudian memilih kembali bergabung dengan sopir taxi lainnya di Dishubkominfo NTB. Puluhan aparat kepolisian tampak berjaga-jaga mengamankan jalannya aksi para sopir taxi. Salah seorang sopir taxi, Mahmud, mengaku, akan terus menggelar aksinya hingga segala tuntutan dipenuhi pemerintah. Hal itu dilakukan, karena para sopir taxi bandara sudah lama berdiam diri menunggu jawaban yang tidak pasti. Menginap di Dishubkominfo merupakan aksi puncak para sopir tersebut.
Sebelumnya, Koordinator Aksi, H. M. Marzuki, menuntut agar frekwensi pengoperasian Bus Damri angkutan BIL dapat dikurangi, bahkan meminta dihentikan. Sebab, penghasilan para sopir Taxi selama 4 bulan sejak beroperasinya BIL menurun drastis akibat beroperasinya Bus Damri BIL. Saat ini, Bus Damri berangkat setiap jam atau 8 kali sehari untuk pengantaran dan penjemputan. Akibatnya, banyak penumpang tidak mau menggunakan Taxi, sehingga penghasilan para sopir taxi jadi berkurang, bahkan terkadang nihil.
Sementara, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishubkominfo NTB, Agung Hartono, mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan kebijakan, karena Kadishubkominfo tidak berada di tempat. Kendati demikian, berdasarkan hasil dialog yang dilakukan, frekwensi operational Bus Damri akan dikurangi dari 8 menjadi 5 kali dalam sehari. Para pendemo diminta untuk bersabar hingga hari senin mendatang untuk menunggu kebijakan Kadishubkominfo. (ozi)

Comments
Post new comment