Skip to Content

RSUP NTB Buka SMS Pengaduan Bagi Masyarakat

Mataram (Global FM Lombok) –
 
Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, dr. H. Mawardi Hamry, mengungkapkan, pihaknya akan sesegera mungkin melakukan perubahan management internal ke arah yang lebih baik. Hal itu dalam upaya terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, karena RSUP NTB merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Salah satu upaya yang akan dilakukan, yakni membuka Sort Message Service (SMS) pengaduan bagi masyarakat terkait pelayanan RSUP, dengan nomor 085 239 690 00. Sebab, hampir 70 persen masyarakat mengeluhkan dengan pelayanan RSUP NTB ke SMS Centre yang dibuka Gubernur NTB.

 
” Pihaknya akan mengeluarkan gerakan RS bersih dan tertib. Dimana, semua lingkungan yang ada di RS harus bersih, baik ruang perawatan, ruang inap, ruang dokter, ruang bidang dan lain sebagainya. Sebab, ada penyakit yang menjangkiti manusia sehat, karena lingkungan RS tersebut tidak sehat. Dalam hal ini, kebersihan di RSUP NTB juga sering dikeluhkan masyarakat, sehingga kedepan akan diupayakan terus dilakukan perbaikan dengan gerakan dimaksud. ” kata dr. H. Mawardi Hamry, kepada wartawan, saat menggelar jumpa pers, seusai serah terima jabatan (Sertijab) dengan mantan direktur RSUP NTB, drg. Eka Junaidi, di kantornya, Sabtu (19/6).
 
Selain membuka SMS pengaduan lanjut Mawardi, kotak saran juga telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Dalam menampung segala keluhan dan kritik masyarakat terhadap pelayanan dari seorang dokter, perawat, bidan atau staf RSUP, maka 824 karyawan RSUP NTB akan diberikan papan nama. Dengan papan nama itu, masyarakat bisa mengetahui siapa okonum karyawan yang tidak memberikan payalanan baik, kapan terjadi dan bagaimana kasusnya, sehingga dapat dilaporkan ke SMS pengaduan dan kotak saran.
 
” Hal itu dalam upaya memperbaiki citra buruk RSUP yang dinilai masyarakat pelayanannya kurang baik. Padahal, dari ratusan karyawan itu hanya beberapa orang saja yang melakukan kesalahan. RSUP tegas Mawardi akan memberikan reward dan punishment bagi setiap karyawan atas apa yang mereka kerjakan. ” tegasnya.
 
Rencana Tarif Baru
 
Mawardi mengungkapkan, pihaknya belum bisa memberlakukan tarif baru jasa pelayanan medis karena belum disetujui para wakil rakyat di DPRD NTB. Sebab, hingga saat ini pangajuan tarif baru RSU masih dibahas panitia anggaran (Panggar) DPRD NTB. Tarif baru itu sudah selesai dibahas pihak eksekutif di NTB. Tarif RSUP NTB yang akan dinaikkan itu, dipastikan tidak akan membebani warga miskin. Betapa tidak, biaya pelayanan medis untuk warga miskin akan ditanggulangi melalui program jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) pusat dan daerah. Artinya, tarif baru itu hanya berlaku bagi pasien umum.
 
” Rencana menaikkan tarif RSUP NTB itu, dalam upaya upaya peningkatan sarana prasarana rumah sakit. Selain itu, peningkatan fasilitas medis yang canggih dan SDM, sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pada pertengahan Januari 2010,  RSUP NTB mengumumkan rencana kenaikan tarif rumah sakit hingga diajukan ke DPRD NTB untuk dibahas lebih lanjut dan disahkan. ” jelasnya.
 
Seperti diketahui, RSUP NTB mengajukan usulan kenaikan tarif pada tahun anggaran 2008. Tapi, anggota DPRD NTB menolak dengan sejumlah pertimbangan. Pihak legislatif menilai menilai perubahan tarif RSU Provinsi NTB tidak wajar, karena untuk kelas III yang paling banyak dihuni masyarakat kurang mampu naik hingga 300 persen, sedangkan untuk kelas I, VIP dan VIP Super naiknya hanya 51 persen. Legislatif kemudian meminta agar RSUP NTB untuk memperhitungkan kembali perubahan tarif rumah sakit itu. Apabila sudah disetujui Legislatif, maka kenaikan tarif RSUP NTB akan dibuatkan Peraturan Daerah (Perda). (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.