Skip to Content

Rumah Nelayan Pesisir Ampenan Segera Direlokasi

Mataram (Global FM Lombok) –
 
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram akan segera merelokasi warga yang berada di pesisir pantai Ampenan, ke lokasi pemukiman baru yang telah dibangun di lingkungan Gatep. Dimana, pada senin depan PU Kota Mataram bersama Camat Ampenan dan Sekarbela serta Lurah yang ada di wilayah tersebut, akan menggelar rapat guna membahas hasil inventarisir warga yang layak dan berhak untuk menempati rumah nelayan tersebut.
 
” Hasil rapat ini, nantinya akan disurvey kembali oleh Dinas PU untuk memastikan nelayan yang terdaftar sebagai calon penerima rumah nelayan, betul-betul tinggal dikawasan rawan abrasi atau terkena pasang gelombang laut. ” kata Kepala Dinas PU Kota Mataram, H. Makbul Ma’sum kepada wartawan diruangnya sabtu (23/1).
 
Makbul mengatakan, hasil tersebut juga disampaikan ke Wali Kota Mataram selaku pengambil kebijakan di kota ini. Dalam berbagai kesempatan, lanjutnya, Wali Kota juga mengingatkan agar penerima rumah nelayan sebanyak 80 unit tersebut, harus benar-benar warga yang membutuhkan atau terkena dampak kuat abrasi. Begitu warga tersebut mendapat rumah nelayan, maka rumah yang selama ini ditempati dipesisir pantai akan dihancurkan atau dibongkar.
 
” Dengan demikan, tidak ada lagi nelayan yang tinggal atau mendiami rumah tersebut. Karena, kalau sampai Pemkot Mataram terlambat membongkar rumah tersebut, bisa dipastikan warga lain akan menempati rumah tersebut. ” lanjutnya.
 
Makbul menuturkan, tidak ada sistem kuota atau jatah didalam pembagian rumah nelayan di Gatep. Penempatan berdasarkan skala prioritas, kendati ada lima Kelurahan yang akan menempati rumah nelayan tersebut. Dirincikan, Kecamatan Ampenan meliputi Kelurahan Ampenan Tengah, Ampenan Selatan dan Bintaro. Sementara itu, di Kecamatan Sekarbela terdiri dari dua Kelurahan yakni Tanjung karang dan Tanjung Karang Permai. Pihaknya, bisa saja langsung merelokasi warga ke rumah baru. Namun, beberapa sarana pendukung belum lengkap seperti infrastruktur jalan, drainase, air bersih dan MCK. Tetapi, menurut Kepala Bidang Cipta Karya H. Mahmudin Turra, sarana tersebut segera dibangun dengan bantuan NUSSP.
 
Dimana, pada pekan depan tim satker dari Dirjen Cipta Karya pada Departemen PU akan turun untuk kedua kalinya, guna menegaskan kembali kegiatan yang akan dilakukan pada rumah nelayan tersebut. Sejauh ini, proses tender pengerjaan sarana penunjang tersebut sedang dilakukan di pusat. Mahmudin mengatakan, sekarang ini tergantung nelayan yang nantinya akan menempati rumah tersebut. Apakah mereka akan direlokasi dengan kondisi seperti sekarang tanpa sarana penunjang, ataukah harus menunggu sarana itu. ( ady )

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Hadapi Pemilu, PAN NTB Konsolidasi Total

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPD PAN NTB sedang melakukan sebuah konsolidasi total dari tingkat daerah hingga tingkat masyarakat terkecil yakni RT. Pihaknya akan melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) ditingkat kecamatan hingga Muswarah Ranting (Musran) ditingkat desa, pembentukan rayon ditingkat dusun serta sub rayon ditingkat RT.

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.