Skip to Content

Rusunawa di Surakarta Langsung Dihuni

Mataram (Global FM Lombok) -
 
Sepertinya Kota Mataram harus banyak belajar dari Kota Surakarta (Solo), terkait perencanaan dan pengelolaan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Karena di Kota Surakarta, begitu rusunawa selesai dibangun, maka seketika itu pula warga bisa langsung menempatinya. Kondisi itu sangat jauh berbeda dengan rusunawa Selagalas di Kota Mataram, yang telah tuntas dibangun sejak pertengahan tahun lalu. Tetapi hingga kini belum bisa ditempati warga. Ternyata, cepatnya pemanfaatan rusunawa di Surakarta tidak terlepas dari peran Dinas PU setempat.

 
Dimana, ungkap Endah Sitaresmi staf di Dinas PU Kota Surakarta, saat rombongan Komisi III yang dipimpin wakil ketua DPRD Kota Mataram I Wayan Sugiartha, melakukan kunjungan kerja (kunker) di DPRD Kota Surakarta Selasa lalu, saat pusat merencanakan untuk membangun rusunawa di Kota Surakarta, maka pihak dinas langsung menempatkan personilnya untuk terlibat atau masuk dalam tim.
 
Begitu rusunawa telah diserahkan pengelolaannya ke daerah, maka saat itu pula rusunawa sudah siap dihuni masyarakat yang tidak memiliki rumah. Endah menjelaskan, saat ini jumlah rusunawa yang berdiri di Solo mencapai delapan unit. Kesemuanya tidak ada yang mangkrak, tidak seperti didaerah lain yang belum memanfaatkan bangunan rusunawa bantuan pusat.
 
Satu diantaranya, adalah rumah sosial dan satu-satunya di Indonesia. Pembangunan rumah sosial ini, untuk menjawab ketersediaan rumah bagi kaum urban seperti buruh yang bekerja di Kota Surakarta. Dengan tarif Rp 1000, warga sudah bisa tidur semalam di rumah sosial. Menurutnya, dari tujuh unit rusunawa di Surakarta, enam unit merupakan bantuan dari Kementerian PU dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).
 
Masing-masing rusunawa hanya satu twin blok, dengan jumlah 96 rumah/ kamar. Awalnya, kata Endah, pengelolaan rusunawa di Kota Surakarta berada dibawah kendali seksi pada bidang Cipta Karya. Tetapi seiring berjalan waktu, rusunawa dikelola oleh UPT di Dinas PU. Karena, beban kerja Cipta Karya sudah sangat berat, yakni harus mengurusi semua gedung Pemerintahan di Kota Surakarta.
 
Wakil Ketua DPRD Kota Mataram I Wayan Sugiarta mengatakan, pihaknya tidak mengetahui apa alasan hingga Pemkot Mataram belum memanfaatkan rusunawa di Selagalas. Padahal, pusat sudah menyerahkan pengelolaan rusunawa ke Pemkot Mataram. Namun Sugiartha pun pesimis, beroperasinya rusunawa Selagalas ini akan mengurangi pemukiman kumuh di kota ini. Karena, lokasi rusunawa itu masih jauh dari titik pemukiman kumuh. (ady)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.