SDM KTI Rendah Pengaruhi Keterlambatan Pembangunan Daerah
Mataram (Global FM Lombok) –
Kawasan Timur Indonesia (KTI) sedang berupaya mengembangkan dan mempercepat pembangunan daerahnya masing – masing. Rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki KTI sangat mempengaruhi keterlambatan pembangunan daerahnya. Dalam hal ini, kreatifitas dan SDM yang ada, hendaknya lebih digenjot, apabila ingin KTI dapat bersaing dengan Kawasan Barat Indonesia (KBI).
” Terlebih, KTI, seperti NTB, NTT, Papua dan Maluku masih menjadi kawasan yang selalu ditinggalkan atau kurang berpihak dalam segi politik anggaran dan sebagainya. ” kata Ketua Lembaga Pusat Kependudukan dan Pembangunan Universitas Mataram (Unram), DR. H. Zaini, kepada Reporter Global FM Lombok, di kantor Bappeda NTB, Kamis (21/1).
Zaini mengungkapkan, KTI perlu membuat jaringan atau networking dengan lembaga – lembaga donor, baik dalam dan luar negeri dalam meningkatkan SDM yang dimiliki. Saat ini, lembaga donor dari Australia dan New Zaeland telah berkomitment untuk membantu peningkatan SDM KTI, melalui beasiswa bagi masyarakat ke jenjang S2 hingga ke S3 di luar negeri. Dimana, seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup selama di luar negeri ditanggung Universitas yang menerima.
Lebih jauh Zaini menjelaskan, putra daerah yang mendapat beasiswa hingga S3 telah banyak dan mendapat peringkat terbaik. Hal itu membuktikan, potensi SDM yang dimiliki KTI tidak kalah bersaing dengan KBI. Tapi, memang kendala terbesar bagi masyarakat KTI, yakni bahasa. Betapa tidak, mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tersebut syarat mutlaknya harus bisa berbahasa inggris.
Untuk itulah lanjut Zaini, diperlukan perlakukan khusus bagi masyarakat KTI yang ingin mendapatkan beasiswa dimaksud. Tahun 2010 ini diberikan jatah sebanyak 20 orang beasiswa dari New Zaeland dan 100 dari Australia. Jatah Indonesia itu merupakan terbanyak yang diberikan lembaga donor dari negara Asia lainnya. (ozi)

Comments
Post new comment