Seal Lombok 2011 Masih Diperjuangkan
Mataram (Global FM Lombok) -
Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA, telah bersurat ke beberapa menteri cabinet Indonesia Bersatu jilid II agar, setelah digelarnya seal Banda 2010 ini, programnya dapat dilanjutkan ke NTB, yakni Seal Lombok. Jika pada tahun 2011 tidak dapat direalisasikan, akan diupayakan tahun 2012 seiring tahun Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2012. Peluang itu diyakini akan bisa didapat, karena Presiden RI, DR. H. Susilo Bambang Yuhdoyono (SBY) telah melaunching VLS 2012.
” Beberapa menteri yang disurati, seperti Menteri Perekonomian Kesejahteraan Rakyat (Mengkokesra), Menteri Kelautan dan Parikanan, Sekretaris Negara (Sekneg) dan Sekretaris Kabinet. ” sebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Drs. L. Gita Aryadi, M. Si, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang kerjanya, Sabtu (13/2).
Gita mengatakan, hasil workshop wisata bahari yang digelar Dirjen Destinasi Pengembangan Wisata Bahari menyatakan pulau Lombok menjadi model wisata bahari nasional. Dalam mengawal itu, Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisata) NTB akan dibangkitkan lagi, karena selama ini tidak aktif atau vakum. Dijadikannya Lombok sebagai model wisata bahari nasional, karena di pulau cabe ini memiliki banyak titik persinggahan yang bisa dijadikan obyek wisata bahari.
Saat ini juga lanjut Gita, program Seal Indonesia 2010, pulau Lombok juga kebagian kue dengan singgahnya kapal – kapal pesiar di Medana Kabupaten Lombok Utara (KLU). Akan dibuka dua lajur nantinya, yakni jalur utara dan selatan yang saat ini masih disurvey. Beberapa jalur yang dipastikan akan dilewati dan dikunjungi pada seal Indonesia itu, seperti pantai Hu’u, Gerupuk, Bangko – Bangko, Lakey, Maluk, Medana, Pulau Moyo dan lainnya.
” Terkait rencana seal Lombok 2011, akan ada kapal – kapal perang dari berbagai Negara yang akan singgah di Lembar Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Tentu, hal itu akan banyak menarik minat wisatawan berkunjung menyaksikan moment tersebut yang akan diikuti dengan kegiatan social, seperti pengobatan gratis dan sebagainya. ” pungkasnya. (ozi)

Comments
Post new comment