Skip to Content

Semua BPN Kabupaten Kota Akan Difasilitasi Mobil Larasita

Mataram (Global FM Lombok) –
 
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) NTB, Gusmin Tuarita, SH, MH, mengatakan, Presiden RI, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah meluncurkan mobil layanan rakyat untuk sertifikasi tanah (Larasita) tahun 2009 lalu. Mobil larasita itu diluncurkan pertama kali sebanyak 174 buah dan khusus NTB mendapat 4 buah yang diserahkan ke kabupaten/kota.

 
” Beberapa kabupaten/kota yang mendapat mobil larasita perdana itu, seperti BPN Lombok Tengah (Loteng), Lombok Barat (Lobar), Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa. ” sebut Gusmin Tuarita, SH, MH, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang kerjanya, Sabtu (30/1).
 
Gusmin menjelaskan, mobil larasita dianggarkan melalui APBN dan akan diberikan ke seluruh BPN kabupaten/kota se – Indonesia, termasuk 10 kabupaten/kota di NTB. Mobil itu dihajatkan untuk mendekatkan pelayanan BPN ke masyarakat pelosok atau daerah yang terpinggirkan. Langkah ini diambil dalam upaya menjemput bola, bagi masyarakat yang ingin membuat sertifkat tanahnya. Sistem yang digunakan, yakni on line yang dilengkapi peralatan dan SDM memadai.
 
Tarif pembuatan sertifikat tanah di mobil Larasita lanjut Gusmin, sama dengan diproses langsung di kantor BPN, sehingga masyarakat bisa menghemat biaya dan waktu. Dimana, BPN akan datang langsung ke suatu desa/dusun untuk melayani masyarakat setempat yang ingin membuat sertifikat tanah. Pembuatan sertifikat tanah tambah Gusmin, tetap mengedepankan kehati – hatian, yakni sesuai dengan aturan dan administrasi yang ada.
 
Salah satunya, 2 bulan sebelum penerbitan seritifikat tanah akan dilakukan pengumuman, apakah ada pihak yang keberatan atau claim atas tanah yang diajukan mendapat sertifikat tanah. Dalam waktu dekat juga, akan ada kapal motor Larasita untuk melayani masyarakat yang ada di daerah kepulauan, termasuk NTB. Betapa tidak, NTB memiliki ratusan kepulauan, seperti Gili Air, Trawangan, Meno, Gede dan sebagainya. (ozi)
 
Badan Pertanahan Nasional (BPN) bukanlah polisi penjaga tanah yang selalu tetap menjaga keberadaan tanah masyarakat. Tapi, seharusnya pemilik tanahlah yang menjaga, memelihara dan memanfaatkan tanahnya. Artinya, tanah yang ada, tidak diterlantarkan, sehingga menimbulkan adanya saling claim tanah. Betapa tidak, akibat tanah yang diterlantarkan para investor misalnya, digarap masyarakat setempat. Beberapa tahun kemudian, tanah tersebut menjadi sengketa, karena masing – masing pihak merasa memiliki tanah itu. 
 
Gusmin mengungkapkan, biasanya tanah yang bermasalah dan ditelantarkan investor itu, berada di daerah perkotaan, pariwisata dan daerah yang ekonominya berkembang. Disanalah diperlukan langkah antisipatif dari semua pihak. Di BPN sendiri perlu membuat peta tanah yang didalamnya terdapat informasi detail mengenai lokasi, pemilik dan status tanah. Saat ini, hampir di seluruh Indonesia, termasuk NTB belum memiliki peta tanah yang lengkap.
 
Minimnya peta tanah yang dimiliki tegas Gusmin, membuat sembrautnya administarasi pertanahan di Indonesia. Hal itu telah menjadi masalah dasar dalam bidang pertanahan nasional sejak masa penjajahan Belanda. Minimnya anggaran pemerintah membuat peta tanah itu belum direalisasikan secara optimal.
 
” BPN NTB sendiri, sudah mulai membuat peta tanah tematik, yakni memetakan tanah yang sudah dikeluarkan sertifikatnya. Secara bertahap akan ditentukan titik koordinat tanah, sehingga peta tanah di NTB dapat dibuat. Jika peta tanah sudah ada, maka masyarakat yang ingin membuat sertifikat tanah dapat dicek tanahnya, apakah tanah yang dimiliki sudah dikeluarkan sertifkat atau tidak. ” pungkasnya. (ozi) 

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Hadapi Pemilu, PAN NTB Konsolidasi Total

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPD PAN NTB sedang melakukan sebuah konsolidasi total dari tingkat daerah hingga tingkat masyarakat terkecil yakni RT. Pihaknya akan melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) ditingkat kecamatan hingga Muswarah Ranting (Musran) ditingkat desa, pembentukan rayon ditingkat dusun serta sub rayon ditingkat RT.

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.